Ratusan Mahasiswa dan Petani Kelapa Demo di Kantor Bupati Inhil, Desak Harga Diperjuangkan

M Ali Nurman • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:53 WIB
Ratusan mahasiswa dan petani yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersama Rakyat menggelar aksi mendesak pemerintah memperjuangkan harga kelapa di Kantor Bupati Inhil, Senin (10/8/2026). (Istimewa)
Ratusan mahasiswa dan petani yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersama Rakyat menggelar aksi mendesak pemerintah memperjuangkan harga kelapa di Kantor Bupati Inhil, Senin (10/8/2026). (Istimewa)

 

TEMBILAHAN(RIAUPOS.CO) - Ratusan mahasiswa dan petani kelapa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersama Rakyat (AMBAR) mendatangi Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Senin (10/8/2026). Mereka mendesak pemerintah serius memperjuangkan harga kelapa yang dinilai semakin menekan kehidupan petani.

Massa menilai rendahnya harga kelapa telah membuat hasil perkebunan tidak lagi memberikan keuntungan layak. Mereka meminta Pemkab Inhil mengambil langkah konkret dan mendorong pemerintah pusat segera mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada petani.

Aksi berlangsung cukup panas. Selain berorasi, massa membakar ban di kawasan Kantor Bupati Inhil hingga kepulan asap hitam membumbung. Aparat kepolisian dan Satpol PP diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi.

 Baca Juga: Rambah Hutan dan Bakar Lahan, Dua Warga Inhil Ditangkap

Koordinator AMBAR, Rahmat, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa dan masyarakat terhadap kondisi harga kelapa yang dinilai terus merugikan petani.

"Petani kelapa hari ini berada dalam kondisi yang sulit. Harga kelapa tidak sebanding dengan biaya dan kebutuhan hidup. Kami datang untuk mendesak pemerintah daerah benar-benar memperjuangkan nasib petani, bukan hanya menerima aspirasi," tegas Rahmat.

Menurutnya, persoalan harga kelapa sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan keberanian pemerintah untuk memperjuangkannya hingga ke pemerintah pusat. Ia meminta Pemkab Inhil menunjukkan langkah konkret setelah menerima tuntutan massa.

 Baca Juga: 67 Rumah Mulai Direhab, Program BSPS Ditargetkan 500 Rumah di Rohil

"Kami ingin ada langkah yang jelas dan terukur. Jangan sampai persoalan harga kelapa hanya dibahas dalam rapat, tetapi tidak ada hasilnya. Petani membutuhkan kepastian harga agar mereka bisa bertahan," ujarnya.

Dalam orasinya, mahasiswa juga menyoroti kondisi harga kelapa yang dianggap tidak masuk akal jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat. Mereka meminta Bupati Inhil H Herman memperjuangkan harga kelapa hingga ke pemerintah pusat.

"Kami meminta Bapak Bupati untuk memperjuangkan harga kelapa. Hari ini lebih mahal harga telur daripada harga sebuah kelapa,"teriak massa.

 Baca Juga: Pemko Pekanbaru Evaluasi Pengelolaan Aset Daerah, BMD di STC Ikut Dibahas

Bupati Inhil H Herman yang hadir langsung menemui massa aksi mengatakan, Pemkab Inhil telah menyampaikan persoalan harga kelapa kepada pemerintah pusat, namun hingga kini belum mendapat tindak lanjut. Ia meminta dukungan mahasiswa dan masyarakat agar perjuangan tersebut semakin kuat.

"Perlu dukungan dari mahasiswa dan masyarakat bagaimana kita mendobrak agar harga kelapa ini menjadi perhatian pemerintah pusat,"ujar Herman.

Herman juga menyebut Pemkab Inhil telah berkoordinasi dengan anggota DPR RI untuk menindaklanjuti persoalan harga kelapa.

Ia berharap aksi tersebut menghasilkan usulan bersama yang dapat disampaikan kembali kepada pemerintah pusat.

"Saya sangat berterima kasih. Berarti saya berjuang, pemerintah daerah tidak sendiri. Masyarakat juga ikut membantu, termasuk adik-adik mahasiswa," ucapnya.

Herman menyebut luas perkebunan kelapa Inhil mencapai sekitar 425 ribu hektare. Menurutnya, kondisi harga kelapa berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari komoditas tersebut.

Massa berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata memperbaiki tata niaga dan meningkatkan harga kelapa di tingkat petani.(*2)

Editor : Edwar Yaman
kantor bupati inhil mahasiswa petani kelapa