Buaya Penyerang Warga Sungai Undan Masih Dirawat, Ini Rencana Lokasi Pelepasliarannya

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:21 WIB
Buaya muara yang sebelumnya menyerang warga Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, menjalani perawatan dan penanganan di DPKP Inhil, Tembilahan, Kamis (13/8/2026). (Istimewa)
Buaya muara yang sebelumnya menyerang warga Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, menjalani perawatan dan penanganan di DPKP Inhil, Tembilahan, Kamis (13/8/2026). (Istimewa)

 

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Buaya muara yang sebelumnya menyerang warga di Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), masih menjalani perawatan dan penanganan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Kamis (13/8/2026).

Satwa liar berukuran besar tersebut kini masih dipantau petugas setelah sebelumnya ditangkap warga ketika keluar dari Sungai Undan dan masuk ke kawasan permukiman pada Jumat (7/8/2026).

Kepala DPKP Inhil Junaidi Ismail mengatakan, buaya tersebut belum dilepasliarkan karena masih menjalani proses perawatan. Setelah penanganan selesai, satwa itu direncanakan dikembalikan ke habitat yang lebih sesuai.

Baca Juga: Satu Rumah Terbakar di Tanjung Harapan Tembilahan, Penyebab Masih Diselidiki

"Untuk sementara buaya masih dalam perawatan dan penanganan di DPKP. Nanti akan dilepasliarkan di Sungai Mursi, Kecamatan Kuala Indragiri," ujar Junaidi.

Sungai Mursi dipilih sebagai lokasi pelepasliaran agar buaya tidak kembali berada di sekitar permukiman warga. Pelepasliaran juga dilakukan untuk mengembalikan satwa tersebut ke kawasan perairan yang dinilai lebih sesuai.

Sebelumnya, kemunculan buaya tersebut sempat membuat warga Desa Sungai Undan panik. Buaya keluar dari sungai dan masuk ke jalan perkampungan sebelum mengejar serta menyerang warga di sekitar lokasi.

Baca Juga: Tim Unilak Latih Karang Taruna Lubuk Sakat Buat Biopori dan Kompos 

Setelah berhasil ditangkap, buaya dievakuasi dari Desa Sungai Undan menggunakan pompong menuju Pulau Kijang. Selanjutnya, buaya dibawa melalui jalur darat menuju Tembilahan untuk mendapatkan penanganan di DPKP Inhil.

Junaidi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dan kawasan perairan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan satwa liar.

Ia juga meminta warga tidak menangkap buaya secara mandiri apabila kembali menemukannya. Warga diminta segera melapor kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman. (*2)

Editor : M. Erizal
dpkp inhil buaya inhil buaya muara