TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Seekor buaya muara naik ke darat dan menyerang warga di Desa Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Jumat (7/8) pekan lalu. Hingga Kamis (13/8), buaya tersebut masih menjalani perawatan dan penanganan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP).
Buaya berukuran besar tersebut sebelumnya ditangkap warga setelah keluar dari sungai dan masuk ke kawasan perkampungan. Kemunculannya sempat membuat warga panik karena predator itu dilaporkan mengejar dan menyerang warga.
Setelah berhasil diamankan, buaya tersebut kemudian dievakuasi dari Desa Undan menggunakan pompong menuju Pulau Kijang. Dari Pulau Kijang, buaya dibawa melalui jalur darat menuju Tembilahan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Buaya Penyerang Warga Sungai Undan Masih Dirawat, Ini Rencana Lokasi Pelepasliarannya
Sesampainya di Tembilahan, buaya tersebut ditempatkan di DPKP Inhil. Petugas melakukan perawatan dan pemantauan terhadap kondisi satwa sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat yang dinilai lebih sesuai. Kepala DPKP Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan penanganan terhadap buaya tersebut masih dilakukan.
Pihaknya juga menunggu proses selanjutnya sebelum satwa itu dilepasliarkan. “Untuk sementara buaya masih dalam perawatan dan penanganan di DPKP. Nanti akan dilepasliarkan di Sungai Mursi, Kecamatan Kuala Indragiri,” ujar Junaidi, Kamis (13/8).
Rencana pelepasliaran tersebut dilakukan agar buaya tidak kembali berada di sekitar permukiman warga. Sungai Mursi dipilih sebagai lokasi pelepasliaran untuk mengembalikan satwa tersebut ke habitat perairan yang lebih sesuai.
Baca Juga: Satu Rumah Terbakar di Tanjung Harapan Tembilahan, Penyebab Masih Diselidiki
Junaidi mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar sungai dan kawasan perairan, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan satwa liar. Warga juga diminta tidak melakukan penangkapan secara mandiri apabila kembali menemukan buaya dan segera melaporkannya kepada petugas.(*2)
Editor : Arif Oktafian