72 Hotspot Kepung Inhil, Karhutla di Tembilahan Ancam Permukiman Warga

M Ali Nurman • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Plh Bupati Inhil Yuliantini saat meninjau karhutla di Parit 18 Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan yang nyaris mengancam permukiman warga, Jumat (28/8/2026). (Istimewa)
Plh Bupati Inhil Yuliantini saat meninjau karhutla di Parit 18 Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan yang nyaris mengancam permukiman warga, Jumat (28/8/2026). (Istimewa)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 72 titik panas atau hotspot terdeteksi di delapan kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Sabtu (29/8/2026). Di tengah meningkatnya sebaran hotspot tersebut, kebakaran lahan terjadi di kawasan perkebunan Parit 18, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan.

Kebakaran yang mulai terdeteksi sejak Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB itu diperkirakan telah membakar lebih dari lima hektare lahan. Titik api bahkan sempat mendekati permukiman warga sehingga penanganan dilakukan secara intensif untuk mencegah api menjalar.

Kondisi di lokasi terlihat cukup mengkhawatirkan. Kepulan asap dengan semburat kemerahan membumbung dari kawasan yang terbakar. Tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.

 Baca Juga: Kasus ISPA di Kuansing Jadi 552, Puskesmas Bagi-Bagi Masker

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Inhil Yuliantini turun langsung meninjau lokasi kebakaran, Jumat. Ia hadir bersama Brigjen TNI (Mar) Agus Gunawan, jajaran TNI-Polri, BPBD, Damkar serta masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Dalam peninjauan itu, Yuliantini menyebut berdasarkan pemantauan hingga Jumat terdapat 72 hotspot yang tersebar di delapan kecamatan di Inhil.

"Segala upaya telah kami lakukan untuk melakukan pemadaman. Saat ini kita sedang membuat embung untuk membuat aliran air yang bisa digunakan dalam proses pemadaman," ujar Yuliantini di lokasi.

Baca Juga: Suzuki Gelar Seremoni Penyerahan Kunci untuk 10 Pembeli Perdana XL7 TerbaruMenurutnya, personel gabungan telah disebar ke sejumlah wilayah yang terdeteksi mengalami kebakaran. Penanganan dilakukan bersama karena kondisi geografis Inhil yang didominasi lahan gambut membutuhkan upaya pemadaman yang lebih intensif.

"Hari ini tim telah disebar di berbagai lokasi untuk melakukan pemadaman. Ada BPBD, Polri, TNI, Damkar dan masyarakat. Terima kasih atas kerja samanya," katanya.

Khusus di kawasan Sungai Beringin, Pemkab Inhil bersama tim penanganan membuat dua embung yang dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman.

Yuliantini mengatakan kondisi angin di lokasi sempat cukup kencang sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api. Namun, saat peninjauan dilakukan, kondisi angin mulai kembali normal.

"Kita di sini membuat dua embung. Semoga bisa memenuhi kebutuhan air untuk memadamkan api," ujarnya.

Pemkab Inhil juga berharap dukungan dari BPBD Provinsi Riau hingga pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama berupa peralatan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Baca Juga: Sepekan, Dua Pengedar Narkotika Diamankan Polres Inhu, Mulai dari Residivis hingga Petani

Yuliantini menjelaskan, karakteristik tanah gambut dan akses jalan yang sempit menuju sejumlah titik api menjadi kendala dalam proses pemadaman. Karena itu, dibutuhkan peralatan yang mudah dimobilisasi menuju lokasi kebakaran.

"Struktur tanah Inhil ini gambut dan peralatan yang digunakan saat ini sangat sederhana. Lokasi jalan yang kecil menuju titik api, jadi kita perlu mesin-mesin yang mudah dibawa," jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi memperluas kebakaran, asap yang ditimbulkan dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

"Saya harap masyarakat jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Mari kita jaga lingkungan. Akibat kebakaran ini, udara kita menjadi tidak sehat lagi dan dapat memicu timbulnya penyakit," tegasnya.

Sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kemarau dan ancaman karhutla, Pemkab Inhil juga berencana melaksanakan Salat Istisqa atau salat untuk memohon turunnya hujan dalam waktu dekat.

Sementara itu, hingga Sabtu (29/8/2026) petang, pemadaman di kawasan Parit 18 masih terus dilakukan. Mobil pemadam kebakaran terlihat hilir mudik membawa pasokan air ke lokasi untuk memadamkan titik-titik api yang masih menyala.

Petugas juga melakukan penyisiran dan pendinginan di sekitar lahan yang terbakar. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan api tidak kembali membesar dan menjalar ke arah permukiman warga.

Kondisi lahan yang sebagian merupakan gambut membuat bara api harus terus dipantau meski kobaran di permukaan mulai berkurang. Mobil Damkar masih dikerahkan secara bergantian untuk memasok air sekaligus menjaga agar api tidak meluas.

Tim gabungan hingga Sabtu petang masih bersiaga di lokasi. Pemadaman dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak menjalar ke permukiman warga di sekitar Parit 18.(*2)

Editor : Edwar Yaman
inhil karhutla hotspot tembilahan