Diserang Buaya, Nelayan Bertahan 6 Jam di Atas Pohon

M Ali Nurman • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:58 WIB
Korban serangan buaya bernama Arbain dievakuasi oleh warga di Desa Selat Nama, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Ahad (30/8/2026). (WARGA UNTUK RIAU POS)
Korban serangan buaya bernama Arbain dievakuasi oleh warga di Desa Selat Nama, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Ahad (30/8/2026). (WARGA UNTUK RIAU POS)

 

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Seorang nelayan di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) selamat setelah diserang buaya saat mencari kepiting di Sungai Selat Bantal Besar, Desa Selat Nama, Ahad (30/8) kemarin. Korban bernama Arbain. 

Ia diserang buaya saat hendak kembali ke pompong setelah turun ke sungai untuk mengambil parang miliknya yang terjatuh. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat hendak naik ke atas pompong, kaki kanan korban tiba-tiba disambar buaya. 

Satwa liar yang diperkirakan memiliki panjang mencapai lima meter tersebut sempat menggigit kaki korban berkali-kali. Dalam kondisi tersebut, Arbain berusaha melawan. Ia akhirnya berhasil melepaskan diri dari terkaman buaya dan menyelamatkan diri dengan memanjat sebuah pohon yang Diserang Buaya, Nelayan Bertahan berada di sekitar lokasi.

Baca Juga: Mohon Hujan di Tengah Kemarau, Pemkab Inhil Gelar Salat Istisqa

Namun, perjuangan Arbain belum berakhir. Ia harus bertahan selama sekitar enam jam di atas pohon sambil menunggu kondisi aman. Korban memilih tetap berada di atas pohon hingga pagi karena khawatir buaya tersebut masih berada di sekitar lokasi.

Setelah air mulai surut dan buaya pergi menjauh, Arbain kemudian turun dari pohon dan kembali ke pompong. Dengan kondisi kaki mengalami sekitar 12 luka akibat gigitan, ia membalut lukanya menggunakan peralatan seadanya.

Arbain kemudian bergegas pulang untuk mendapatkan pertolongan. Ia selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka serius pada kakinya.

Baca Juga: 72 Hotspot Kepung Inhil, Karhutla di Tembilahan Ancam Permukiman Warga

“Waktu mau naik ke pompong, kaki saya tiba-tiba diterkam. Saya sempat melawan dan bertahan di atas pohon selama enam jam sampai buayanya pergi,” ujar Arbain.

Sementara itu, Camat Tanah Merah Mulyadi saat dikonfirmasi, Senin (31/8) mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian pemerintah setempat. Masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di perairan, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan buaya.

Mulyadi menyebutkan, serangan buaya tersebut merupakan kejadian ketiga yang terjadi di wilayah Tanah Merah dalam bulan ini. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama ketika beraktivitas di sungai pada malam hingga pagi hari.

Baca Juga: Api Karhutla di Tembilahan Dekati Rumah Warga, 10 Hektare Gambut Terbakar

“Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi dalam bulan ini di Tanah Merah. Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai, terutama pada malam hingga pagi hari, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari hal-hal yang memicu serangan satwa liar,” tegasnya.(*2)

Editor : Arif Oktafian
Nelayan Inhil serangan buaya tanah merah arbain