Industri Kelapa Hadapi Tekanan Pasar, DPRD Riau Melihat Dampak Langsung saat Kunjungi ke Sambu Group

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 20:58 WIB
Humas Sambu group A Ginting mendmpingi Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat bersama anggota saat berkunjung ke PT Pulau Sambu, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil, Jumat (11/9/2026).(Istimewa)
Humas Sambu group A Ginting mendmpingi Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat bersama anggota saat berkunjung ke PT Pulau Sambu, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil, Jumat (11/9/2026).(Istimewa)

 

GUNTUNG (RIAUPOS.CO) - Tekanan pasar global terhadap industri kelapa mulai terlihat secara langsung di tingkat industri pengolahan. Kondisi tersebut ditemukan Komisi II DPRD Provinsi Riau saat melakukan kunjungan mendadak ke salah satu unit usaha Sambu Group, PT Pulau Sambu di Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (11/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD Riau untuk melihat kondisi industri pengolahan kelapa sekaligus mengetahui dinamika tata niaga komoditas kelapa di daerah.

Rombongan dipimpin Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, bersama Siti Aisyah, Iqbal Sayuti dan sejumlah anggota lainnya.

Baca Juga: PSPS Pekanbaru Tahan PSIS Semarang 1-1 di Babak Pertama Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027 

Dalam kunjungan tersebut, anggota DPRD Riau meninjau sejumlah area operasional perusahaan. Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah adanya penumpukan produk jadi di gudang PT Pulau Sambu. 

Penumpukan tersebut terjadi di tengah melemahnya serapan pasar dan menurunnya permintaan ekspor produk olahan kelapa ke mancanegara.

Selain melihat kondisi gudang, rombongan juga berdialog dengan pihak perusahaan mengenai aktivitas produksi, penyerapan bahan baku, kapasitas penyimpanan hingga tantangan yang dihadapi industri kelapa saat ini.

Baca Juga: Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Titik Api Nihil

Humas Sambu Group, A Ginting mengatakan, persoalan yang dihadapi industri kelapa saat ini berkaitan erat antara kondisi di sektor hulu dan hilir. Tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan baku, tetapi juga kemampuan pasar dalam menyerap produk olahan kelapa.

"Industri berada dalam posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, permintaan dan pergerakan produk olahan kelapa masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi serta situasi geopolitik global," ujar A Ginting.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan untuk tetap menjaga keberlangsungan pembelian kelapa dari petani. Sebab, keberlanjutan industri pengolahan kelapa juga berkaitan langsung dengan mata pencaharian petani dan perputaran ekonomi di daerah.

Baca Juga: Nama Tantawi Jauhari Muncul sebagai Calon Pemimpin Inhil, Ini Tanggapannya

"Sambu Group tetap berupaya menjalankan kegiatan operasional dan mempertahankan penyerapan kelapa dari petani dengan memperhatikan kemampuan produksi, kapasitas penyimpanan, serta perkembangan permintaan pasar," katanya.

Ia menyebut kunjungan DPRD Riau menjadi ruang untuk membuka kondisi industri secara langsung kepada legislatif. Dengan melihat kondisi di lapangan, diharapkan pembahasan mengenai industri kelapa tidak hanya berdasarkan data, tetapi juga mempertimbangkan situasi yang dihadapi pelaku usaha.

"Kami menyambut baik kunjungan DPRD Provinsi Riau hari ini. Ini merupakan bagian dari semangat transparansi yang dimiliki perusahaan, sehingga anggota Dewan bisa langsung mendapati kondisi yang ada di industri serta memiliki pemahaman yang lebih lengkap terhadap kondisi nyata di lapangan," terang A Ginting.

Baca Juga: Meski Hujan, Kualitas Udara Kampar Masih Tidak Sehat

Menurutnya, keberlanjutan ekosistem kelapa membutuhkan sinergi antara pemerintah, legislatif, pelaku usaha dan petani. Langkah tersebut penting agar industri tetap mampu beroperasi, hasil panen petani tetap terserap dan perekonomian masyarakat di sentra kelapa tetap terjaga.(*2)

Editor : M. Erizal
industri kelapa dprd riau Sambu Group