TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Dalam beberapa hari terakhir kondisi ISPU mengalami perubahan hingga mencapai 215. Dengan demikian sejumlah sekolah yang terdampak terpaksa harus diliburkan untuk sementara.
Hl ini sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Indragiri Hilir (Inhil) H Abdul Rasyid. Kebijakan meliburkan sekolah tatap muka dan menggantikanya dengan pembelajaran daring atau belajar dari rumah.
"Kami mengintruksikan sekolah untuk memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan," ungkap Abdul Rasyid, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Rp1,7 Miliar Disiapkan untuk Lindungi Pekerja Rentan di Kuansing
Terkaiat kondisi ISPU yang terus berflualtif, lanjut Rasyid, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, BPBD dan Dinas Kesehatan. Apabila kondisi cuaca membaik maka sistem pembelajaran kembali dengan tatap muka.
"PPJ ini sifatnya sementara sebagai mana surat edaran dari Kementrian Pendidikan. Kita doakan saja semoga kondisi kembali normal seperti semula," harapnya.
Adapun surat edaran untuk penerapan PPJ dimulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMP). Tinga tingkat pendidikan tersebut berada dibawah kewenangan Disdik Kabupaten/Kota.
Baca Juga: Dewi Natalia, 14 Tahun Mengabdi sebagai Mantri BRI, Bantu Bebaskan Warga Desa dari Jerat Rentenir
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Inhil H Udin Safriudin, menyarankan apabila kondisi ini terus berlanjut maka dampaknya tidak baik bagi kesehatan. Makanya dianjurkan untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas diluar ruangan.
Apabila kondisinya semakin memburuk Dinas Kesehatan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup akan merekomendasikan kesatgas untuk bisa meniadakan pembelajaran langsung. Adapun yang menjadi dasar adalah pengkuran ISPU.(ind)
Editor : Edwar Yaman