Tender Pasar Yos Sudarso Tembilahan Gagal, DPRD Inhil Soroti Perencanaan Proyek Rp19,9 Miliar

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 20:31 WIB
Ketua Komisi III DPRD Inhil, Muammar Armain. (Istimewa)
Ketua Komisi III DPRD Inhil, Muammar Armain. (Istimewa)

 

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Rencana pembangunan Pasar Jalan Yos Sudarso Tembilahan kembali tertunda. Proyek dengan pagu anggaran sekitar Rp19,9 miliar tersebut dinyatakan gagal tender, sehingga pelaksanaannya belum dapat dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.

Kondisi ini mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Ketua Komisi III DPRD Inhil Muammar Armain menilai kegagalan tender harus menjadi bahan evaluasi, terutama terhadap proses perencanaan proyek sebelum dilelang.

Menurutnya, pembangunan Pasar Yos Sudarso merupakan kebutuhan yang sudah lama dinantikan masyarakat dan pedagang. Karena itu, proses persiapannya semestinya dilakukan secara matang agar proyek tidak kembali tertunda.

Baca Juga: Personel Damkar Berjibaku Padamkan Karhutla di Dua Lokasi di Kuansing 

"Pasar Yos Sudarso ini urat nadi ekonomi rakyat. Sudah lama pedagang menunggu kepastian, tapi tendernya malah batal. Ini tentu sangat disayangkan," ujar Muammar Armain, Kamis (17/9/2026).

Ia mengatakan, pemerintah daerah perlu mengevaluasi tahapan proyek mulai dari perencanaan hingga proses pemilihan rekanan. Menurutnya, kesiapan pelaksana juga harus menjadi perhatian agar pekerjaan yang telah dianggarkan dapat benar-benar dilaksanakan.

"Harusnya dari awal dicari rekanan yang benar-benar qualified. Punya pengalaman, punya modal dan peralatan. Jangan sampai ketika sudah masuk pelaksanaan justru tidak mampu bekerja," katanya.

Baca Juga: 64 Tahun Berkarya, Unri Terus Menguat dan Memperluas Dampak

Selain persoalan kesiapan rekanan, Muammar juga menyoroti waktu pelaksanaan tender yang dinilainya terlalu dekat dengan akhir tahun. Kondisi tersebut dinilai dapat mempersempit waktu pelaksanaan pekerjaan apabila tender berhasil dilaksanakan.

"Jangan kejar tayang di akhir tahun. Pasar ini sejak 2025 sudah digaungkan. Jadi perencanaannya harus lebih matang supaya tidak kembali gagal seperti sekarang," ujarnya.

Muammar menegaskan, Komisi III DPRD Inhil akan mengawal keberlanjutan rencana pembangunan pasar tersebut. Ia berharap anggaran sekitar Rp19,9 miliar yang telah disiapkan tetap menjadi perhatian dalam pembahasan APBD berikutnya.

Baca Juga: Toyota Space Kembali Hadir di Riau, Rasakan Langsung Inovasi Teknologi Hybrid EV

"Yang paling penting bagaimana proyek ini bisa terlaksana dengan perencanaan yang lebih matang. Pedagang membutuhkan pasar yang layak, bukan sekadar rencana," pungkasnya.(*2)

Editor : M. Erizal
Pasar Yos Sudarso dprd inhil pembangunan pasar