651 Kasus ISPA Tercatat di Inhil Selama Kabut Asap, Tertinggi di Tembilahan Kota

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 18:58 WIB
Tampak asap pekat menutup langit Kota Tembilahan, Kabupaten Inhil, Jumat (18/9/2026). (Istimewa)
Tampak asap pekat menutup langit Kota Tembilahan, Kabupaten Inhil, Jumat (18/9/2026). (Istimewa)

 

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 651 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) selama periode 28 Agustus hingga 17 September 2026. 

Data tersebut dihimpun dari pemantauan posko kesehatan dan laporan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil.

Kepala Dinkes Inhil dr Udin Syafrudin mengatakan, kasus tersebut tersebar pada sejumlah kelompok usia. Dari total 651 kasus, kelompok dewasa menjadi yang terbanyak dengan 263 kasus.

Baca Juga: Diduga Jadi Tempat Esek-Esek, Satpol PP Bengkalis Sisir Empat Salon

"Data ini merupakan hasil pemantauan kasus ISPA dari puskesmas selama periode tersebut," ujar dr Udin, saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026) malam.

Setelah kelompok dewasa, kasus terbanyak berikutnya ditemukan pada balita sebanyak 128 kasus, anak-anak 102 kasus, remaja 80 kasus dan lansia 78 kasus. Kelompok usia tersebut menjadi perhatian karena lebih rentan mengalami gangguan kesehatan ketika kualitas udara memburuk.

Dari seluruh wilayah kerja puskesmas yang melaporkan kasus, Puskesmas Tembilahan Kota mencatat angka tertinggi dengan 111 kasus. Tingginya kasus di wilayah tersebut menjadi perhatian Dinkes dalam penguatan pelayanan dan pencegahan dampak kesehatan di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla.

Baca Juga: Ada Laporan Aktivitas PETI, Polisi Hanya Temukan Dua Rakit PETI Tidak Beroperasi

Dr Udin mengatakan, pihaknya terus meminta jajaran puskesmas meningkatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan, siaran keliling maupun media sosial, terutama mengenai pembatasan aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara memburuk.

Masyarakat juga diingatkan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, warga diminta menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya.

Untuk kelompok rentan, Dinkes juga menyiapkan sejumlah intervensi, termasuk pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. Pembagian masker dilakukan di sejumlah lokasi, terutama kawasan padat penduduk, jalan raya dan sekolah.

Baca Juga: Sembako Disalurkan Pustaka Terapung Digelar ke Warga Pulau Terluar Rupat Utara

Selain pelayanan medis, kesiapan obat-obatan ISPA, cairan nebulizer, masker, vitamin serta kebutuhan pendukung lainnya terus dipantau di fasilitas kesehatan. Puskesmas juga disiapkan memberikan penanganan terhadap pasien yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan pertolongan segera.

"Kelompok rentan menjadi perhatian kita. Kita terus melakukan pemantauan dan mengingatkan masyarakat agar mengurangi paparan asap serta segera berobat apabila mengalami gangguan pernapasan," kata dr Udin.

Pemantauan kasus ISPA akan terus dilakukan selama kondisi kabut asap masih berlangsung. Data dari puskesmas menjadi bahan evaluasi Dinkes untuk menentukan langkah penanganan dan penguatan pelayanan kesehatan di wilayah yang terdampak.(*2)

Editor : M. Erizal
kasus ISPA kabut asap di inhil inhil