TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Kondisi Jalan Prof M Yamin, Lorong Karya Bersama, Parit 16, Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kembali mendapat perhatian dari warga setempat. Secara swadaya, masyarakat bergotong-royong memperbaiki bagian jalan yang mengalami kerusakan.
Perbaikan dilakukan dengan memanfaatkan tenaga dan kemampuan warga. Sejumlah masyarakat terlihat turun langsung menata material hingga melakukan pengecoran pada bagian jalan yang membutuhkan penanganan.
Tokoh pemuda setempat, Hendri, mengatakan perbaikan secara swadaya tersebut bukan kali pertama dilakukan. Dalam setahun terakhir, warga sudah empat kali bergotong royong memperbaiki kondisi jalan di lingkungan tersebut.
Baca Juga: Sempat Turun Hujan, Karhutla di Desa Penyaguhan Inhu Mulai Berkurang
"Dalam setahun ini sudah empat kali kami melakukan gotong-royong. Semua dilakukan secara swadaya karena sampai sekarang kami merasa belum mendapat perhatian yang memadai," ujar Hendri, Selasa (22/9/2026).
Menurut Hendri, warga sebenarnya tetap memiliki semangat untuk bergotong-royong menjaga kondisi lingkungan. Namun, perbaikan yang berulang kali dilakukan secara swadaya juga menunjukkan masih adanya kebutuhan terhadap penanganan infrastruktur dari pemerintah.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Inhil dapat melihat langsung kondisi jalan di Jalan Prof M Yamin, Lorong Karya Bersama, Parit 16. Perhatian pemerintah dinilai diperlukan agar perbaikan jalan tidak terus-menerus menjadi tanggung jawab masyarakat.
Baca Juga: Cocok untuk Gen Z, New Honda Vario 160 dan New Honda BeAT Ekspresikan Jiwa Muda
"Kami bukan tidak mau bergotong-royong. Masyarakat tetap siap membantu. Tetapi kami juga berharap pemerintah hadir dan memperhatikan kondisi jalan kami. Jangan sampai setiap ada kerusakan, masyarakat terus yang harus turun tangan dengan swadaya," katanya.
Ia menambahkan, gotong-royong yang dilakukan warga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga akses jalan agar tetap dapat digunakan dengan lebih baik.
"Ini murni swadaya masyarakat. Kami hanya berharap ada perhatian dari Pemkab Inhil, sehingga perbaikan jalan ini tidak selamanya menjadi beban masyarakat," tutup Hendri.
Editor : Rinaldi