TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Rekonstruksi Jalan Ruas Sanglar–Kotabaru mulai dikebut. Persiapan akses dan mobilisasi material kini dilakukan untuk mendukung pekerjaan fisik pada ruas jalan sepanjang sekitar 1,6 kilometer tersebut.
Pekerjaan yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) Kabupaten Indragiri Hilir itu saat ini memasuki tahapan persiapan material dan pekerjaan badan jalan.
Kepala Dinas PUTRPKP Inhil Yusnaldi ST MM mengatakan, salah satu pekerjaan yang tengah dilakukan adalah normalisasi Parit Wagu, Desa Pebenaan. Langkah tersebut diperlukan karena mobilisasi material menuju lokasi pekerjaan dilakukan melalui jalur air.
Baca Juga: Jalan Terus Diperbaiki Secara Swadaya, Warga Parit 16 Tembilahan Minta Perhatian Pemerintah
"Normalisasi Parit Wagu dilakukan agar ponton yang membawa material bisa masuk ke lokasi stockpile. Setelah itu material dapat dimobilisasi untuk mendukung pekerjaan di ruas jalan," ujar Yusnaldi, Selasa (22/9).
Parit Wagu yang sebelumnya memiliki kedalaman sekitar dua meter dinormalisasi hingga sekitar 4,5 meter. Badan parit juga dilebarkan agar ponton pengangkut material dapat masuk menuju lokasi stockpile.
Selain membuka akses mobilisasi, pekerjaan pada badan jalan juga mulai berjalan. Perataan badan jalan menggunakan motor grader telah dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal pekerjaan.
Di sisi lain, material batu dan urpil (urugan pilihan) dari quarry Balai mulai dimobilisasi menuju stockpile di Parit Wagu.
Baca Juga: Razia Lapas Tembilahan Temukan Puluhan Barang Terlarang, 44 Petugas di Tes Urine
"In sya Allah material batu dan urpil akan berangkat dari quarry Balai menuju stockpile Parit Wagu," katanya.
Yusnaldi menjelaskan, setelah material tersedia di stockpile, pekerjaan dilanjutkan dengan penghamparan material timbunan. Tahapan berikutnya berupa pekerjaan lean concrete (LC) dan dilanjutkan dengan rigid pavement.
Rekonstruksi Jalan Ruas Sanglar-Kotabaru bersumber dari APBD Kabupaten Indragiri Hilir Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak Rp12.119.885.168 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.
Baca Juga: Tidak Ada Penantang, Bupati Herman Jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Inhil
Penyedia pekerjaan juga telah menerima uang muka sebesar 20 persen dari nilai kontrak. Dana tersebut menjadi bagian dari dukungan kebutuhan awal pelaksanaan pekerjaan, termasuk persiapan dan mobilisasi material.
Yusnaldi menegaskan, pekerjaan masih terus berjalan dan pemerintah daerah mendorong agar seluruh tahapan dapat dilaksanakan secara maksimal sesuai masa kontrak. "Waktu pelaksanaan sampai dengan akhir tahun," tegasnya.
Baca Juga: PLN Perluas Akses Listrik di Indragiri Hilir, Sejumlah Desa Segera Nikmati Layanan Kelistrikan
Dengan normalisasi akses air yang berjalan dan material yang mulai dimobilisasi, pekerjaan rekonstruksi ruas Sanglar–Kotabaru selanjutnya diarahkan masuk ke tahapan konstruksi.
Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan juga terus dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan teknis dan waktu yang ditetapkan.(*2)
Editor : Arif Oktafian