Jenazah Pria Ditemukan Tersangkut di Jaring Ikan di Sungai Batang Inhil, Ini Kata Polisi

M Ali Nurman • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 16:24 WIB
Warga menemukan mayat pria tersangkut di jaring ikan di Desa Pasengrahan, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Inhil, Jumat (25/9/2026) malam. (Istimewa)
Warga menemukan mayat pria tersangkut di jaring ikan di Desa Pasengrahan, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Inhil, Jumat (25/9/2026) malam. (Istimewa)

 TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Warga Desa Pasengrahan, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mendadak geger. Bukan ikan atau udang yang ditemukan saat warga mengangkat togok jaring ikan di Sungai Batang, melainkan jasad seorang pria yang tersangkut di dalamnya, Jumat (25/9/2026) malam.

Korban diketahui bernama Egi, warga Desa Kayu Raja, Kecamatan Keritang. Jasad pria 26 tahun ini ditemukan sekitar pukul 20.40 WIB di wilayah Dusun Kalung, Desa Pasengrahan.

Dimana penemuan bermula ketika tiga warga, Dahang (35), Abdurrahman (45), dan Filda (37), memeriksa togok yang dipasang untuk menangkap ikan dan udang. Saat togok diangkat, ketiganya justru mendapati tubuh manusia tersangkut di dalam jaring.

Baca Juga: Hujan Berturut-turut, Debit Air Sungai Kuatan Mulai Naik

Temuan tersebut membuat warga terkejut. Mereka kemudian melaporkannya kepada Sekretaris Desa Pasengrahan, Nanang, yang selanjutnya meneruskan informasi kepada Bhabinkamtibmas Desa Pasengrahan.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Bhabinkamtibmas bersama personel Polsek Sungai Batang dan masyarakat mendatangi lokasi. Jenazah kemudian dievakuasi dari dalam togok.

Kondisi jasad korban saat ditemukan sudah tidak utuh. Tangan kiri dan kaki kiri korban tidak ditemukan. Kondisi tersebut sempat memunculkan dugaan di tengah warga bahwa korban kemungkinan menjadi korban pembunuhan sebelum jasadnya diduga diserang atau digigit buaya.

Baca Juga: AKBP Eko Rubiyanto Gantikan Fahrian Saleh Siregar Jadi Kapolres Bengkalis

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Petugas kemudian meminta tenaga medis melakukan pemeriksaan dan visum terhadap jenazah untuk mengetahui kondisi serta penyebab kematian korban.

Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto SIK melalui Kapolsek Sungai Batang Iptu Bambang Sutriyanto SH mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat tindak pidana atau serangan buaya.

"Belum bisa dipastikan apakah mayat tersebut meninggal karena dibunuh atau digigit buaya. Saat ini masih dalam proses visum oleh tenaga medis," ujarnya, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga: Rutan Rengat Gelar Pemeriksaan HPV DNA WBP Perempuan, Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan

Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka yang diduga akibat gigitan buaya. Meski demikian, temuan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.

Informasi yang dihimpun, korban sebelumnya berada di Desa Pasengrahan untuk menemani istrinya yang bekerja sebagai biduan dalam sebuah pesta pernikahan.

Pihak keluarga korban tiba sekitar pukul 04.00 WIB, Sabtu (26/9/2026), untuk menjemput jenazah. Sekitar pukul 06.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Desa Kayu Raja menggunakan ambulans Puskesmas Benteng.

Baca Juga: Belasan Remaja Diduga Hendak Tawuran Diamankan, Bawa Samurai

"Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga. Selanjutnya, keluarga akan bermusyawarah terkait kemungkinan dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban," sambung Kapolsek.

Petugas kepolisian juga telah mendatangi lokasi, memeriksa dan mencatat keterangan para saksi, meminta visum et repertum, serta membuat berita acara serah terima jenazah kepada pihak keluarga. Polisi masih mendalami kasus tersebut sembari menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian Egi.(*2)

Editor : Rinaldi
jaring nelayan penemuan jenazah SUNGAI BATANG