Kabut Asap Makin Pekat di Inhil, ISPU 213 dan Jarak Pandang hanya 500 Meter

M Ali Nurman • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:49 WIB
Asap tebal menutupi langit di wilayah Perairan Kota Tembilahan, Kabupaten Inhil, Rabu (7/10/2026). (*2/Riaupos.co)
Asap tebal menutupi langit di wilayah perairan Kota Tembilahan, Kabupaten Inhil, Rabu (7/10/2026). (*2/Riaupos.co)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kondisi tersebut semakin mengganggu jarak pandang, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna transportasi perairan.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Inhil mencapai 213 pada Rabu (7/10/2026) siang. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat dan menunjukkan kondisi udara yang perlu diwaspadai masyarakat.

Pantauan di lapangan, kabut asap terlihat cukup pekat menyelimuti kawasan Tembilahan. Kondisi ini membuat jarak pandang terbatas. Bahkan, untuk wilayah perairan, jarak pandang dilaporkan hanya berkisar 500 meter.

Baca Juga: Kabut Asap Masih Tebal, Pemkab Inhu Perpanjang Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh 

Di sisi lain, pemantauan titik panas (hotspot) menunjukkan tidak terdapat titik api di wilayah Inhil. Kondisi tersebut mengindikasikan kabut asap yang menyelimuti daerah ini diduga merupakan asap kiriman dari wilayah lain yang sedang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto mengatakan, hingga saat ini tidak ditemukan titik api di wilayah Inhil. Namun, kondisi kualitas udara tetap menjadi perhatian karena asap dari wilayah lain terbawa hingga ke daerah tersebut.

"Untuk saat ini di Inhil sendiri tidak ada titik api, dalam artian kita zero atau nol. Namun demikian asap ini diperkirakan kiriman dari wilayah-wilayah yang sedang terjadi karhutla," ujarnya.

Baca Juga: Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 13 Murid SD di Kampar Dilarikan ke Rumah Sakit

Dengan kondisi udara yang masuk kategori sangat tidak sehat, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil yang dinilai lebih berisiko terhadap paparan asap dan partikel udara.

Polres Inhil juga mengambil langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada masyarakat. Satlantas Polres Inhil menyasar pengguna jalan darat, sedangkan Polsek KSKP memberikan masker kepada masyarakat di kawasan pelabuhan.

"Kita juga turut ambil bagian membagikan masker, imbauan kepada masyarakat untuk tidak atau mengurangi aktivitas di luar ruangan karena risiko-risiko paparan asap dan partikel-partikelnya sangat berbahaya," kata Donny.

Baca Juga: Bertambah Jadi 407, Ini Formasi Jabatan dan Perusahaan yang Buka Lowongan Kerja di Job Fair Rohul

Kondisi kabut asap juga menjadi perhatian terhadap aktivitas pelayaran. Dengan jarak pandang yang hanya sekitar 500 meter, kepolisian telah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terkait keselamatan pelayaran, khususnya pada malam hari.

Donny mengatakan jarak pandang pada malam hari berpotensi menjadi lebih pendek sehingga dapat meningkatkan risiko bagi pengguna transportasi perairan. Karena itu, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan melalui jalur perairan diminta memperhatikan kondisi cuaca dan jarak pandang sebelum berangkat.(*2)

 

Editor : Rinaldi
ispu inhil Kapolres Inhil kabut Asap jarak pandang