Pasang Air Laut Meningkat, Tembilahan dan Tembilahan Hulu Waspada Banjir Rob

Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:59 WIB
Air pasang menggenangi salah satu ruas jalan di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil, Minggu (11/10/2026). (Istimewa)
Air pasang menggenangi salah satu ruas jalan di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil, Minggu (11/10/2026). (Istimewa)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Masyarakat di wilayah Tembilahan dan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), diminta mewaspadai potensi banjir rob seiring meningkatnya pasang air. Sedangkan puncak pasang diperkirakan terjadi pada Desember mendatang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, R Arliansyah, mengatakan pasang dalam belum terjadi hingga Minggu (11/10/2026). Namun, berdasarkan perkiraan, kondisi tersebut berpotensi terjadi pada Desember 2026.

"Saat ini belum dipantau, perkiraan pasang dalam pada bulan Desember," kata Arliansyah.

Baca Juga: Senin Besok, Murid di Rohul Kembali Belajar Tatap Muka, Ini Imbauan Kadisdikpora

Meski pasang puncak belum terjadi, air pasang mulai menggenangi sejumlah ruas jalan di wilayah Tembilahan. Genangan tersebut tidak berlangsung lama karena air kembali surut. 

Kondisi ini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan dataran rendah dan daerah yang berdekatan dengan sungai.

Menghadapi potensi tersebut, masyarakat di wilayah rawan diharapkan meningkatkan kewaspadaan menjelang Desember. 

Baca Juga: Dosen FKIP Unri Rancang LKM Berbasis HOTS dengan Manfaatkan AI

Warga juga perlu memantau kondisi air dan mengamankan barang-barang penting untuk mengantisipasi kemungkinan genangan yang lebih tinggi.

"Pasang dalam diperkirakan terjadi pada Desember. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi sejak dini," tutup Arliansyah.(*2)

Editor : M. Erizal
pasang air laut Banjir pasang air laut Banjir rob kota tembilahan