RENGAT (RIAUPOS.CO) - Manager PT Haleyora Power (HP), Muhammad Irfan Isnaeni menegaskan bahwa, tidak ada toleransi bagi karyawan yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Bahkan, jika diketahui terlibat penyalahgunaan narkotika, karyawan tersebut langsung ditindak pemutusan hubungan kerja (PHK)
Hal itu disampaikan Muhammad Irfan Isnaeni selaku anak usaha dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) atas dugaan penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oknum karyawan PT HP berinisial APAS (41).
"Pada setiap briefing pagi (pengarahan) selalu disampaikan tentang keselamatan kerja dan selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hudup sehat. Salah satunya karyawan jangan sampai terlibat penyalahgunaan narkotika," ujar Muhammad Irfan Isnaeni, Senin (19/5/2025).
Baca Juga: Jemaah Calon Haji Rohil Kunjungi Tempat-Tempat Penting Pelaksanaan Ibadah Haji
Pihaknya, juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian atas tindakan dan proses hukum yang dilakukan terhadap oknum karyawan PT HP dalam dugaan penyalahgunaan narkotika tersebut. Bahkan, kejadian itu menjadi pelajaran penting bagi perusahaan dan karyawan lainnya untuk lebih waspada terhadap penyalahgunaan narkotika.
Lebih jauh disampaikannya, penekanan terhadap karyawan agar tidak terlibat penyalahgunaan narkotika, terus akan ditingkatkan.
"Ini pelajaran penting bagi seluruh karyawan PT HP. Karena ketika terlibat, ada sanksi PHK yang menanti," paparnya.
Editor : Edwar Yaman