RENGAT (RIAUPOS.CO) - Penantian panjang untuk perbaikan jalan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), secara bertahap mulai terjawab. Karena tahun 2025 ini, ada dua ruas jalan yakni di Lintas Tengah dan Lintas Selatan akan dibangun dengan pengerjaan rigid beton.
Rencana pembangunan dengan pola rigid beton itu, atas upaya lobi Bupati Inhu Ade Agus Hartanto kepada Gubernur Riau, H Abdul Wahid.
"Alhamdulillah, Gubernur Riau sudah menyetujui untuk pembangunan rigid beton di Jalan Lintas Tengah dan Jalan Lintas Selatan," ujar Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto, Sabtu (24/5/2025).
Baca Juga: CCB Indonesia Pekanbaru Ajak Developer dan Agen Properti Nonton Bersama Film Mission Impossible
Pembangunan jalan rigid beton di Jalan Lintas Tengah untuk ruas Air Molek - Cerenti. Sesuai yang disetujui tahap awal oleh Gubernur Riau, yakni sepanjang 3 kilometer. Kemudian pembangunan jalan rigid beton di Jalan Lintas Selatan pada ruas Lubuk Kandis-Pangkalan Kasai, tepatnya di Kecamatan Batang Cenaku sepanjang satu kilometer.
"Mudah-mudahan progresnya cepat berjalan hingga segera dinikmati masyarakat," harapnya.
Selain pembangunan jalan rigid beton, juga ada fungsional jalan dengan pola penimbunan. Sehingga jalan yang mengalami rusak berat tersebut, dapat dilewati atau dapat difungsikan.
Memang, sebutnya, persoalan jalan sudah lama dibahas bersama Gubernur Riau. Bahkan, hal itu tidak terlepas dari komitmen Gubernur Riau untuk membangun infrastruktur jalan yang ada di Kabupaten Inhu.
"Ini komitmen kami berdua untuk membangun infrastruktur jalan yang ada di Inhu sesuai janji waktu kempanye," ungkapnya.
Lebih jauh disampaikannya, prioritas tolak ukur titik ruas jalan yang dibangun, lebih memprioritaskan jalan rusak berat.
"Sesuai kemampuan keuangan, pembangunan dilakukan secara step by step," terang Ade Agus Hartanto.
Dalam pada itu, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV Dinas PUPR Riau, Ludfi Hardi ST MT mengatakan bahwa, pihaknya sudah dua bulan ini melakukan fungsional di dua ruas Jalan Lintas Selatan dan Jalan Lintas Tengah.
“Perbaikan fungsional jalan dengan melakukan penimbunan (Raw Material plus Geotekstile) sudah dilakukan sejak dua bulan terakhir,” ucapnya.
Lebih lanjut disampaikannya, penggunaan Geotekstile menunjukkan upaya perbaikan yang tidak hanya bersifat sementara. Pola yang dilakukan itu, tentunya dapat meningkatkan kekuatan dasar jalan untuk jangka panjang.
Fungsional itu, merupakan tindak lanjut dan arahan pimpinan agar UPT dapat gerak cepat melakukan penanganan dan perbaikan jalan di wilayah masing- masing.
“Untuk perbaikan di titik terparah di dua ruas Jalan Lintas Selatan sudah rampung. Selanjutnya, kami bergeser ke ruas jalan provinsi di Jalan Lintas Tengah, yakni ruas Cerenti–Air Molek, tepatnya di Desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang dan Kelurahan Batujizal Kecamatan Peranap," terangnya.(kas)
Editor : Edwar Yaman