Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Warga Bongkal Malang Keluhkan Debu dan Jalan Rusak, Bupati Inhui dan Wabup Turun Langsung

Raja Kasmedi • Jumat, 30 Mei 2025 | 21:05 WIB

 

Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto S.Sos MSI didampingi Wabup, Ir H Hendrizal MSI saat berdialog dengan warga Desa Bongkal Malang, Kamis (30/5/2025)
Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto S.Sos MSI didampingi Wabup, Ir H Hendrizal MSI saat berdialog dengan warga Desa Bongkal Malang, Kamis (30/5/2025)

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto S.Sos MSI dan Ir H Hendrizal MSI turun langsung ke Desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang.

Pasalnya, warga di daerah itu pada Selasa (27/5/2025) malam kemarin menggelar aksi dengan cara menyetop mobil truk angkutan batubara. Warga menggelar aksi akibat kesal dengan kondisi Jalan Lintas Tengah yang membentang di daerah itu mengalami rusak berat.

Selain itu, warga sudah lama menderita akibat jalan tersebut. Di mana, ketika musim kemarau, warga mengeluhkan debu dan ketika musim hujan, warga mengeluhkan jalan berlumpur.

 Baca Juga: Jumat Berkah, Polsek Pujud Sambangi Tokoh Agama Pimpinan Suluk Thariqat Naqsyabandiyah

Turun langsung ke Desa Bongkal Malang, Bupati didampingi Wabup, Waka Polres Inhu, Anggota DPRD Inhu, Masyrullah dan Dadik Supriyanto dilakukan dalam bentuk dialog. Sedikitnya ada seratusan warga Desa Bongkal Malang yang hadir pada dialog tersebut.

Dialog itu diawali dengan penyampaian keluhan warga terkait rusaknya Jalan Lintas Tengah. Seperti disampaikan oleh Normaini, bahwa debu yang terjadi akibat tidak konsistennya pihak perusahaan melakukan penyiraman.

Akibat debu tersebut, warga sepanjang Jalan Lintas Tengah di Desa Bongkal Malang menegluh.

"Debu jalanan masuk ke rumah hingga ke dalam lemari," ujar Normaini di hadapan Bupati dan Wabup serta pejabat lainnya, Kamis (29/5/2025).

 Baca Juga: Nahkoda dan Cemana FC Pimpin Klasemen Adhyaksa LFN Zona Riau

Tidak itu saja, sambungnya, warga juga mengeluhkan dampak buruk terhadap kesehatan anak-anak hingga warga lanjut usia. Karena setiap hari menghirup debu.

"Setiap hari anak-anak kami ke sekolah harus melintasi jalan penuh debu. Sehingga kesehatan anak-anak sangat rentan terserang penyakit, bisa dalam waktu dekat atau jangka panjang," ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan, Dedi Putra. Di:mana, katanya, warga menilai bahwa aktivitas batubara lebih banyak membawa dampak negatif bagi masyarakat.

Sehingga sudah selayaknya, pihak pengelola batubara membuat jalan alternatif atau bangun jalan perusahaan.

Baca Juga: Dua Residivis Curanmor di Rohil Kembali Berurusan dengan Polisi setelah Terjerat Kasus Narkoba

"Harus sampai kapan kami harus menghirup debu dan jalan berlumpur," sebutnya.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto menjelaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan terus berupaya mencarikan solusi. Bahkan, pada tahun ini, sudah dianggarkan Pemerintah Provinsi untuk perbaikan jalan sepanjang 3,5 kilometer.

"Perbaikan jalan dengan pola rigid beton, sebagian besar akan dialokasikan untuk wilayah Bongkal Malang," ucap Ade Agus Hartanto.

Untuk itu harapnya, warga hendaknya dapat bersabar menunggu proses pembangunan jalan rigid beton dapat terlaksana. "Sudah empat tahun kondisi jalan itu rusak dan berdebu, mohon bersabar untuk tahun ini akan dibangun," sambungnya.

Tentang penyiraman debu yang belum yang sangat kurang, Bupati berjanji akan langsung menghubungi pihak perusahaan. Di mana penyiraman akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

Tentang pembangunan jalan alternatif yang menjadi tanggung jawab perusahaan, Ade mengatakan bahwa, ini sedang dipetakan dan akan dimulai Juni mendatang.

Ke depan, lanjutnya, meski jalan itu merupakan jalan provinsi, Ade akan tetap memantau dan mengawal agar perbaikan berjalan benar.

Bupati juga menegaskan bahwa dirinya tidak memihak siapa pun, tetapi berdiri di tengah untuk memastikan hak masyarakat terpenuhi. Namun harus juga dipikirkan bagai mana roda investasi harus tetap berjalan, karena ribuan warga inhu bekerja disana.

"Saya pun ingin jalan ini cepat selesai. Tapi semua ada prosesnya. Harus melalui tahapan perencanaan, lelang ke pihak ketiga dan pelaksanaan," beber Bupati.(kas)

 



Editor : Edwar Yaman
#Ade agus hartanto #bupati inhu #wabup inhu #Warga Bongkal Malang Keluhkan Debu