Pascaabrasi Sungai Indragiri, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto Minta Percepatan Penanganan ke BNPB

Raja Kasmedi • Dipublikasikan Jumat, 11 Juli 2025 | 05:05 WIB

 

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto didampingi Brigjen TNI Syech Ismed saat berkoordinasi dengan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah, Rabu (9/7/2025).
Bupati Inhu Ade Agus Hartanto didampingi Brigjen TNI Syech Ismed saat berkoordinasi dengan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah, Rabu (9/7/2025).

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto S.Sos MSI sampaikan kondisi mendesak terkait penanganan bencana berupa Sungai Indragiri kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hal itu dilakukannya pasca abrasi pada Sungai Indragiri tetapnya bersebelahan dengan Jalan Jenderal Sudirman Kota Rengat pada Jumat (4/7/2025) lalu. Bahkan, dampak abrasi tersebut dikhawatirkan mengancam kekuatan tiang dan bangunan jembatan Trio Amanah hingga sejumlah rumah toko (Ruko) di Jalan Jenderal Sudirman Rengat.

Kunjungan ke BNPB di Jalan Pramuka Kav 38, Jakarta Timur itu dilakukannya disela-sela menghadiri kegiatan Satgas PKH TNTN di Jakarta pada Rabu (9/7/2025) kemarin.

Pada kunjungan itu, ikut didampingi, Brigjen TNI Syech Ismed, mantan Danrem 031/Wirabima Riau saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Kedatangan Bupati Inhu dan rombongan, disambut langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah beserta jajaran di ruang kerjanya.

"Ini bagian dari ikhtiar dalam rangka memperjuangkan percepatan penanganan abrasi Sungai Indragiri," ujar Ade Agus Hartanto, Kamis (10/7/2025).

Dalam pertemuan itu sebutnya, disampaikan tentang kondisi mendesak terkait penanganan bencana di Kabupaten Inhu. Dimana, fokus utama penanganan itu pada abrasi Sungai Indragiri.

Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, abrasi Sungai Indragiri yang tak jauh dari kawasan jembatan Trio Amanah Rengat hingga pemukiman warga di rumah toko (toko) di Jalan Jenderal Sudirman. "Jika tidak segera ditangani, kondisi itu dikhawatirkan akan berdampak luas," ungkapnya.

Selain areal di Rengat, Bupati Ade juga paparkan beberapa titik rawan bencana lainnya di Kabupaten Inhu yang membutuhkan perhatian dan penanganan segera dari pemerintah pusat.

Peda kesempatan itu sambung bupati, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BNPB pada prinsipnya dapat memaklumi kondisi yang terjadi. Bahkan, BNPB akan menentukan langkah-langkah penangan serta berkolaborasi dengan sejumlah kementerian.

Lebih jauh disampaikannya, sebelumnya juga sudah ada Tim Balai Sungai Wilayah Sumatera dari Kementerian PU turun ke lokasi abrasi pada Ahad (6/7/2025). Tim tersebut dipimpin oleh, Nanik Rangkuti. Sementara dari Pemkab Inhu, didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Inhu, Arif Sudaryanto ST dan Kepala KPBD Inhu, Mulyadi.

Tim Sungai Wilayah Sumatera dari Kementerian PU akan melakukan inventarisir terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh abrasi. Hasil investigasi tersebut, akan disampaikan kepada Kementerian PU. (kas)

Editor : M. Erizal
penanganan bencana bnpb abrasi sungai indragiri bupati inhu