Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Inhu Darurat Bencana Abrasi dan Tanah Longsor

Raja Kasmedi • Selasa, 15 Juli 2025 | 12:20 WIB
Bupati Inhu didampingi sejumlah pejabat forkopimda dan Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru, menandatangani berita acara penetapan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor di Kabupaten Inhu.
Bupati Inhu didampingi sejumlah pejabat forkopimda dan Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru, menandatangani berita acara penetapan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor di Kabupaten Inhu.

Abrasi di enam kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sedikitnya sudah terjadi di 13 titik. Abrasi yang terjadi merusak fasilitas umum dan permukiman warga.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhu menetapkan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor tahun 2025, Senin (14/7). Karena, Sungai Indragiri yang membentang di 10 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu terus diancam abrasi.

Penetapan status itu melalui rapat koordinasi (rakor) penetapan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor itu dipimpin Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi. Rakor juga dihadiri sejumlah anggota forkopimda serta Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT.

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto pada kesempatan itu menyampaikan, kondisi Sungai Indragiri sedang tidak baik-baik saja. ’’Abrasi terus mengancam dan perlu penanganan. Bahkan, kondisi yang terjadi sudah dikoordinasi ke BNPB dan BWS Sumatera III Pekanbaru,’’ ujar Ade Agus Hartanto.

Namun, sambungnya, apa yang dilakukan itu, belum memberikan hasil yang maksimal. Makanya perlu rapat koordinasi dan penetapan status darurat. Sehingga dengan penetapan status darurat tersebut akan dapat mempercepat penanganan.

Kemudian, kepada masyarakat yang berada di sepanjang daerah aliran sungai, diimbau waspada dengan berbagai ancaman bencana abrasi.

‘’Masyarakat yang melintas di daerah terdampak abrasi juga diharapkan waspada,’’ harap Bupati.

Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru, Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT mengatakan, pihaknya membawahi empat sungai yang ada di Provinsi Riau.

‘’Selain Sungai Indragiri, kami juga membawahi Sungai Siak, Sungai Kampar dan Sungai Rokan,’’ ucapnya.

Untuk saat ini, sambungnya, akan ada penanganan darurat berupa pemasangan bronjong sehingga abrasi terjadi tidak meluas dan tidak mengancam jembatan Trio Amanah yang tak jauh dari lokasi abrasi.

‘’Saat ini sudah ada 1.000 bronjong yang akan ditempatkan di spot-spot yang dapat menjaga aset pemerintah seperti jembatan dan lain,’’ bebernya.(hen)

Laporan RAJA KASMEDI, Rengat

Editor : Rindra Yasin
#pemukiman warga #Fasilitas umum rusak #indragiri hulu #abrasi