RENGAT (RIAUPOS.CO) - PERUSAHAAN Daerah (Perumda) Tirta Indra pengelola air bersih di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai keluhkan sumber air baku. Pasalnya, Sungai Indragiri salah satu sumber air baku Perumda Tirta Indra mengalami surut akibat musim kemarau berkepanjangan.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Indra, Alfian Rahmat SE MSI ketika dikonfirmasi mengatakan, Sungai Indragiri salah satu sumber air baku mengalami surut sejak tiga pekan terakhir. ‘’Curah hujan minim hingga mengakibatkan debit air Sungai Indragiri mengalami surut sejak tiga pekan ini,’’ Alfian Rahmat, Jumat (25/7).
Untuk itu, kata Alfian, kepada pelanggan yang ada di delapan kecamatan agar berhemat pemakaian air bersih yang bersumber dari Perumda Tirta Indra. Karena, sejak musim kemarau, mulai terkendala penyedotan air baku dari Sungai Indragiri.
Bahkan, di sejumlah titik pengambilan air baku, sudah ada pipa yang harus digeser agak ke tengah Sungai Indragiri. Sehingga berdampak kepada pasokan air baku yang akan diolah di instalasi untuk disalurkan kepada pelanggan.
Alfian mencatat, penyusutan air Sungai Indragiri pada musim kemarau ini, paling parah sepanjang sejarah. ‘’Musim kemarau kali ini, cukup parah hingga mengganggu pasokan air bersih,’’ ungkapnya.
Kemudian, jelasnya, sumber air baku bergantung pada aliran Sungai Indragiri terdapat di delapan kecamatan. Di antara delapan kecamatan itu yakni, Kecamatan Peranap, Kecamatan Batang Peranap, Kecamatan Rakit Kulim, Kecamatan Pasir Penyu, Kecamatan Lirik, Kecamatan Rengat Barat, Kecamatan Rengat, dan Kecamatan Kuala Cenaku.
Lebih jauh disampaikannya, pelanggan yang terdampak di delapan kecamatan itu mencapai sebanyak 13.000 pelanggan. ‘’Makanya, selama musim kemarau ini, pelanggan diharapkan dapat menghemat penggunaan air bersih,’’ harap Alifian.(hen)air bersih di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai keluhkan sumber air baku. Pasalnya, Sungai Indragiri salah satu sumber air baku Perumda Tirta Indra mengalami surut akibat musim kemarau berkepanjangan.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Indra, Alfian Rahmat SE MSI ketika dikonfirmasi mengatakan, Sungai Indragiri salah satu sumber air baku mengalami surut sejak tiga pekan terakhir. ‘’Curah hujan minim hingga mengakibatkan debit air Sungai Indragiri mengalami surut sejak tiga pekan ini,’’ Alfian Rahmat, Jumat (25/7).
Untuk itu, kata Alfian, kepada pelanggan yang ada di delapan kecamatan agar berhemat pemakaian air bersih yang bersumber dari Perumda Tirta Indra. Karena, sejak musim kemarau, mulai terkendala penyedotan air baku dari Sungai Indragiri.
Bahkan, di sejumlah titik pengambilan air baku, sudah ada pipa yang harus digeser agak ke tengah Sungai Indragiri. Sehingga berdampak kepada pasokan air baku yang akan diolah di instalasi untuk disalurkan kepada pelanggan.
Alfian mencatat, penyusutan air Sungai Indragiri pada musim kemarau ini, paling parah sepanjang sejarah. ‘’Musim kemarau kali ini, cukup parah hingga mengganggu pasokan air bersih,’’ ungkapnya.
Kemudian, jelasnya, sumber air baku bergantung pada aliran Sungai Indragiri terdapat di delapan kecamatan. Di antara delapan kecamatan itu yakni, Kecamatan Peranap, Kecamatan Batang Peranap, Kecamatan Rakit Kulim, Kecamatan Pasir Penyu, Kecamatan Lirik, Kecamatan Rengat Barat, Kecamatan Rengat, dan Kecamatan Kuala Cenaku.
Lebih jauh disampaikannya, pelanggan yang terdampak di delapan kecamatan itu mencapai sebanyak 13.000 pelanggan. ‘’Makanya, selama musim kemarau ini, pelanggan diharapkan dapat menghemat penggunaan air bersih,’’ harap Alifian.(hen)
Editor : Bayu Saputra