RENGAT (RIAUPOS.CO) - Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menegaskan bahwa Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal berhasil dikendalikan.
Hal itu ditandai dengan tidak adanya penambahan kasus baru sejak Selasa (18/11/2025) lalu. "Meskipun penambahan kasus masih terjadi setelah puncak KLB, jumlahnya sangat minim berkat upaya penanganan intensif yang dilakukan secara terintegrasi lintas sektor," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhu Sandra SKM MKM, Rabu (26/11/2025).
Dijelaskannya, sejak awal berlangsungnya KLB hingga hari ini, tercatat 224 kasus. Kemudian dalam perjalanan kasus itu terdapat lima kasus di antaranya meninggal dunia.
Meski situasi telah terkendali penuh, Dinkes Kabupaten Inhu tetap melanjutkan berbagai langkah pengendalian agar KLB itu dapat segera tuntas dan tidak kembali berkembang. Upaya pemantauan dan surveilans ketat terus dilakukan oleh tim di lapangan untuk memastikan tidak ada kasus baru yang muncul.
"Bila ditemukan warga yang mengalami gejala penyakit saluran pernapasan, Tim Kesehatan dari Puskesmas Batang Gansal akan segera melakukan pemeriksaan dan pengobatan," ungkapnya.
Selain itu, Dinkes bersama lintas sektor terkait juga terus melakukan upaya pemulihan kondisi kesehatan warga, khususnya kelompok rentan. Bahkan, secara berkala diberikan makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil untuk mempercepat pemulihan kondisi gizi dan meningkatkan daya tahan tubuh.
"Bantuan PMT itu, turut didukung oleh Kementerian Kesehatan RI yang telah menyalurkan paket bantuan bagi warga Dusun Datai," sambungnya.
Kepala Dinkes juga menyampaikan bahwa, KLB itu dipastikan disebabkan oleh penyakit influenza tipe A, yang dibuktikan dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel pasien. Influenza Tipe A merupakan salah satu jenis flu musiman.
Pada dasarnya, penyakit itu termasuk self-limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya apabila kondisi daya tahan tubuh baik. Namun, terjadinya lima kematian pada KLB itu dipengaruhi oleh berbagai faktor.
"Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kerentanan warga, seperti masalah gizi, kurangnya imunitas, sanitasi lingkungan yang kurang memadai, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang belum optimal, serta kondisi hunian yang padat dan tidak memenuhi syarat kesehatan," tambahnya.
Ketika ditanya tentang dugaan flu tersebut merupakan flu babi. Kepala Dinkes Inhu menyatakan bahwa, tidak ada flu babi. "Tidak ada flu babi, sesuai hasil laboratorium yang sudah dilakukan," katanya.
Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dan disiplin melakukan pencegahan influenza tipe A seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, rajin mencuci tangan, menggunakan masker dan menerapkan etika bersin/batuk.
"Dengan kerja sama berbagai pihak dan kedisiplinan masyarakat, diharapkan KLB influenza tipe A di Dusun Datai dapat segera tuntas sepenuhnya," harapnya. (kas)
Editor : M. Erizal