RENGAT (RIAUPOS.CO) - Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto S.Sos MSI menegaskan bahwa, pembangunan Islamic Center pada tahun 2026 akan dimulai. Dimana, pembangunan Islamic Center merupakan salah satu program unggulan pasangan Ade Agus Hartanto dan Hendrizal.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto pada pelaksanaan rapat paripurna pengesahan rancangan peraturan daerah Kabupaten Inhu tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026, Sabtu (29/11/2025).
"Islamic Center salah satu program unggulan pasangan Ade - Hendrizal dan tahun 2026 mulai dibangun dengan mengambil lokasi di Kecamatan Rengat Barat," ujar Ade Agus Hartanto.
Islamic Center harap Bupati, dapat sebagai icon Kabupaten Inhu. Karena, mesjid Islamic Center juga tersedia tempat berbagai kegiatan keagamaan hingga pada akhirnya sebagai objek wisata religi.
Untuk itu, ia mengajak anggota DPRD Inhu, serta seluruh komponen masyarakat ikut bersama-sama mendukung pembangunan yang akan dilaksanakan. "Mari sama-sama kita kawal dan dievaluasi agar pembangunan dapat berjalan dengan baik," ajaknya.
Bupati juga berharap, agar pembangunan berjalan baik meski ada yang setuju dan tidak setuju mengenai lokasi. "Saya berkeyakinan kalau membangun tempat ibadah, Insya Allah jalannya terbuka lebar dan menjadi icon terbaik di masa akan datang," harapnya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Inhu, Rengga Dwi Bramantika SSTP MSI ketika dikonfirmasi tentang besaran anggaran pembangunan Islamic Center di tahun 2026 mengatakan bahwa, ada senilai Rp12,9 Milyar lebih.
"Tahun 2026 sudah anggaran untuk pembangunan Islamic Center tetapi total anggaran itu juga termasuk untuk Amdal Lalin, UKL-UPL, perencanaan, FS dan manajemen konstruksi," kata Kadis PUPR Inhu yang biasa disapa Rengga, Ahad (30/11).
Anggaran yang ada di tahun 2026 itu sebutnya, masih sebatas untuk pematangan lahan dan tapak bangunan. Karena dari total anggaran itu, hanya sekitar Rp10 M yang bisa gunakan untuk fisik dan selebihnya untuk izin-izin.
Sehingga pembangunan Islamic Center, dibutuhkan beberapa kali pengganggaran. "Semoga Islamic Center dapat menjadi kebanggaan bersama dan pembangunannya dapat terwujud," harap Rengga.
Editor : Eka G Putra