RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto SSos MSI memastikan program unggulannya berupa pembangunan Islamic Center mulai berjalan di tahun 2026. Kini, orang nomor satu di Inhu itu, memastikan program unggulan lainnya berupa Umroh Gratis mulai terlaksana di bulan Desember 2025 ini.
Program Umroh Gratis itu, diberikan kepada 100 orang dengan latarbelakang sebagai penggiat soal keagamaan berupa imam masjid dan penggali kubur di daerah itu. Bahkan, proses bagi calon jemaah Umroh Gratis itu sudah memasuki tahap pembuatan paspor.
Pernyataan dan penegasan untuk umroh gratis itu disampaikan Bupati Inhu pada pelaksanaan rapat paripurna pengesahan RAPBD 2026 pada pekan lalu. "Alhamdulillah, proses untuk memberangkatkan 100 orang penggiat sosial keagamaan terus berproses dan diberangkatkan pada Desember 2025," ujar Ade Agus Hartanto baru-baru ini.
Menurutnya, sejumlah program unggulan pasangan Ade Agus Hartanto dan Hendrizal sudah mulai berjalan. Program unggulan itu berupa pembangunan Islamic Center dan umroh gratis bagi masyarakat penggiat sosial keagamaan.
Peserta umroh gratis itu sebutnya, diseleksi pihak desa dan kecamatan. Selanjutnya pihak kabupaten, kembali menyeleksi calon yang sangat layak diberangkatkan.
"Calon jemaah itu merupakan masyarakat yang betul-betul tidak mampu keuangannya untuk berangkat umroh dan berasal dari penggiat sosial keagamaan," ungkapnya.
Dalam pada itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setdakab Inhu, Dewi Deva Yanti SH ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini merupakan hari kedua untuk proses pembuatan paspor jemaah calon umroh gratis.
"Sejak kemarin (Senin, red) dan hari ini merupakan hari kedua proses pembuatan paspor dengan mendatangkan pihak imigrasi ke kantor bupati," ujar Dewi Deva Yanti, Selasa (2/12/2025).
Sesuai jadwal sambungnya, jemaah calon umroh gratis itu berangkat ke tanah suci pada tanggal 10 Desember 2025 mendatang. Dimana, pada paginya dilakukan manasik dan siangnya langsung diberangkatkan dan menginap di Pekanbaru.
Selanjutnya pada 11 Desember 2025, diberangkatkan dari Pekanbaru menuju Mekkah dan transit di Malaysia. "Proses administrasi masih terus berjalan dan sejauh ini belum ada kendala," terangnya.
Sementara itu, salah seorang calon jemaah umroh gratis, Hamidi (65) warga Jalan Hang Lekir Gang Imam Bonjol Kecamatan Rengat mengatakan, umroh gratis itu merupakan kado dan hadiah paling istimewa dari Pemkab Inhu.
"Saya sejak sepekan ini atau sejak mendapat kabar diberangkatkan untuk umroh gratis itu sering menangis. Karena, seumur saya tak pernah terbayangkan bisa umroh. Karena kondisi keuangan," ujar Hamidi yang sehari-hari sebagai Imam Masjid Raya Agung Ar Rahman Rengat.
Dijelaskannya, pertama mendapat kabar akan menjalankan ibadah umroh gratis itu dari salah seorang anggota Satpol PP di Kantor Lurah Kampung Besar Kota (Kambesko) Kecamatan Rengat. Saat itu, ayah enam orang anak itu sedang dalam perjalan pulang ke rumah dari tempat rekannya.
Ketika bertemu anggota Satpol PP, menyebutkan ia dipanggil lurah. "Bapak dipanggil pak lurah ke kantor. Bapak salah satu peserta umroh gratis," kenang Hamidi mengulang pesan Satpol PP itu.
Hamadi tidak langsung ke kantor lurah, namun harus pulang ke rumah mengganti baju yang lebih bagus. Dalam perjalanan pulang ke rumah, dalam pikiran Hamidi masih berasa mimpi dan agak ragu hingga timbul rasa tak percaya.
Ketika tiba di rumah, pesan anggota Satpol PP juga disampaikan kepada istrinya, Masrifah. Istrinya mendengar hal itu juga hanya bisa terdiam. Karena tak ada kabar dan informasi, langsung disampaikan akan berangkat umroh dan gratis pula.
Ketika istrinya terdiam, Hamidi selain imam juga sebagai bilal serta bekerja serabutan itu memukul lembut bagian pundak istrinya. Ketika istrinya menyahut, ia menyampaikan bahwa untuk kepastiannya harus ke kantor lurah.
"Mata istri saya langsung berkaca-kaca. Sehingga saya juga ikut larut sambil kami berangkulan. Usai itu baru saya ganti baju untuk pergi ke kantor lurah," sambungnya.
Ketika berada di kantor lurah, ia disambut dan dilayani dengan baik oleh lurah. Bahkan, lurah langsung menyampaikan ucapan selamat. Kemudian, lurah meminta ia untuk menyiapkan administrasi berupa Kartu Keluarga, KTP, akte lahir dan pas foto.
Setelah pulang dari kantor lurah dan setibanya di rumah, akhirnya tangis Hamidi pecah. Begitu juga dengan istrinya. "Saya terbata-bata menyampaikan kebenaran informasi berangkat umroh gratis itu kepada istri saya. Rasa haru bercampur gembira bercampur aduk hingga akhirnya tangis kami pecah," kata Hamidi menjelaskannya sambil menyeka matanya dengan handuk kecil warna putih.
Semua persyaratan itu sambungnya, dapat diselesaikan oleh anaknya yang bekerja sebagai mekanik salah satu jenis kendaraan bermotor di Kota Rengat. Bahkan pada Selasa, ia dan rekan-rekannya sudah tuntas membuat paspor.
Usai membuat paspor itu, rasa haru dan bahagianya kembali muncul. Sehingga ia memilih keluar dari ruangan Bagian Kesra di Kantor Bupati Inhu untuk melepaskannya.
Ia berharap, proses pemberangkatan tidak ada kendala dan impian yang selama ini tidak mungkin terwujud dapat terlaksana dengan baik. "Saya dan istri sering menangis lantaran gembira dan haru bisa umroh," tutupnya.
Editor : Rinaldi