RENGAT (RIAUPOS.CO) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digagas Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) tidak lagi salurkan Makan Bergizi Gratis (MBG). Sehingga ribuan siswa di Kota Rengat tidak lagi menerima manfaat melalui program yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Dapur SPPG di Jalan Narasinga Rengat itu, diketahui tidak lagi menyalurkan MBG sejak Senin (2/2/2026) kemarin hingga saat ini Rabu (4/2/2026). Padahal SPPG tersebut sebelumnya diresmikan oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan pada Rabu (19/11/2025 lalu.
Kondisi itu sempat menjadi perbincangan warga daerah itu. Sebab, sejumlah sekolah lainnya di daerah itu masih menerima MBG. Sekolah lainnya itu tidak menjadi tanggungan SPPG yang gagas Polres Inhu tersebut.
Di antara sekolah penerima manfaat dari SPPG yang digagas Polres itu yakni, TK Kemala Bhayangkari Rengat, SMPN 4 Rengat, SDN 018 Sekip Hilir, SDN 019 Kampung Dagang dan SMKN 1 Rengat. Jumlah penerima manfaat SPPG itu mencapai lebih dari 3.000 siswa.
Salah seorang Kepala Sekolah (Kepsek) penerima MBG dari SPPG yang digagas Polres Inhu mengatakan bahwa, pihaknya tidak menerima MBG diketahui melalui pesan singkat WhatsApp dari pihak SPPG.
"Sehari sebelumnya, ada pesan WhatsApp dari pihak SPPG," ujarnya yang tidak mau namanya ditulis, Rabu (4/2/2026).
Secara rinci pesan dalam WhatsApp itu disampaikannya, sesuai arahan dari Kepala SPPG Polres Inhu, mulai hari Senin besok SPPG off sementara. Dikarenakan dana bantuan pemerintah belum cair, untuk info selanjutnya akan dikabari setelah dana bantuan pemerintah sudah cair terimakasih.
"Hingga Rabu, siswa kami belum mendapatkan MBG," ungkapnya.
Ketika hal itu dikonfirmasikan kepada Kepala SPPG Polres Inhu, Renziera juga tidak mengelak atas kejadian tersebut. "Itu terjadi akibat ada perubahan skema penyaluran dana dari pusat. Sehingga sejak kemarin dilakukan off sementara penyaluran MBG," sebut Renziera.
Sebelumnya, proses pencairan anggaran cukup dengan upload proposal dan Badan Gizi Nasional (BGN) langsung saluran dana.
Namun belakangan terjadi pergeseran skema dan dibuat otomatis. Sehingga ketika saldo berkurang, diperlukan penghitungan transaksi. "Perubahan itu untuk semua dapur SPPG se-Indonesia," tambahnya.
Ketika proses perubahan skema dilakukan sambungnya, mulai Kamis (5/2/2026) penyaluran MBG ke sekolah kembali dilanjutkan. Karena anggaran dari BGN sudah masuk.
Ditanya tentang sejumlah sekolah lain masih mendapatkan manfaat MBG dan tidak terhenti. Dikatakannya, bagi SPPG yang melayani penerima manfaat sebanyak 2.000 orang ke bawah masih dapat berjalan. Karena saldo SPPG tersebut masih tersedia cukup.
Sedangkan SPPG yang dijalankannya, menaungi sebanyak tujuh sekolah dan enam Pos Yandu dalam Kota Rengat. "Lebih dari 3.000 orang penerima manfaat yang harus kami layani setiap hari sesuai jadwalnya," terangnya. (kas)
Editor : M. Erizal