RENGAT (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat kecamatan tahun 2027.
Pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan diawali di Rengat Barat pada Kamis (5/2/2026) dan berakhir di Batang Peranap pada Rabu (11/2/2026) mendatang atau sebanyak 14 kecamatan.
Pada pelaksanaan Musrenbang di Kecamatan Rengat Barat, mengusulkan sebanyak 15 program prioritas pembangunan untuk tahun 2027 mendatang. Dimana, dari 15 usulan itu, lebih dominan untuk pembangunan drainase.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Inhu, Bobby Mauliantino ST MT pada kesempatan itu mengatakan bahwa, Musrenbang RKPD di kecamatan merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan untuk mendapatkan masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan.
Musrenbang RKPD tingkat kecamatan sebutnya, didasarkan pada masukan dari hasil Musrenbang desa dan kelurahan.
"Masukan tersebut sekaligus sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan kecamatan yang selanjutnya menjadi dasar Penyusunan Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah dan RKPD pada tahun 2027," ujar Bobby Mauliantino ST MT.
Kemudian sebutnya, mengacu pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Inhu tahun 2025-2029, dengan tema pembangunan tahun 2027 yakni pemantapan pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan daya saing perekonomian daerah.
Sementara prioritas dan fokus pembangunan tahun 2027, ada empat poin. Pertama, pemantapan pembangunan infrastruktur, dengan fokus pemantapan pembangunan jalan. Kedua, transformasi sosial dengan fokus penguatan pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan.
Ketiga, transformasi ekonomi dengan fokus pembangunan sektor ekonomi kreatif dan pembangunan sektor pertanian. Keempat, transformasi tata kelola, dengan fokus peningkatan kinerja layanan pemerintah.
Untuk itu harapnya, rencana kerja pemerintah diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan dan isu strategis daerah yang semakin kompleks, seiring dengan dinamika pembangunan dan tantangan yang kian beragam.
Kondisi tersebut menuntut perencanaan yang lebih adaptif, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Oleh karena itu, partisipasi publik melalui Musrenbang menjadi sangat penting sebagai ruang untuk menyerap aspirasi, masukan, dan prioritas masyarakat agar kebijakan yang dirumuskan lebih inklusif dan responsif.
"Di sisi lain, Pemerintah Daerah dihadapkan pada keterbatasan kapasitas fiskal yang cenderung menurun, serta kebijakan efisiensi anggaran masih terus berjalan. Sehingga diperlukan sinergi, inovasi, serta penajaman prioritas program agar sumber daya yang terbatas tetap dapat memberikan dampak pembangunan yang optimal," harap Bobby Mauliantino.
Dalam pada itu, Camat Rengat Barat, Yanti Elfina S.PI M.MA ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, pada pelaksanaan Musrenbang kali ini mengusulkan sebanyak 15 poin program pembangunan untuk tahun 2027. "Usulan tersebut selain dari pihak kecamatan juga berasal dari desa dan kelurahan," ucap Yanti Elfina.
Dari 15 usulan itu, lebih dominan pembangunan drainase. Dimana usulan itu dari Kelurahan Pematang Reba.
"Usul tersebut juga dinilai prioritas akibat sebagian wilayah di Kelurahan Pematang Reba sering banjir saat hujan turun," kata Yanti Elfina. (kas)
Editor : M. Erizal