RENGAT (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak akan melakukan relokasi terhadap korban kebakaran yang terjadi di komplek pasar Peranap Kelurahan Peranap Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Bahkan, Pemkab Inhu juga tidak akan mendirikan tenda pengungsian bagi para pedagang korban kebakaran.
Demikian disampaikan Camat Peranap, Benny Aperta SE. "Bangunan yang terbakar merupakan milik pribadi dan pedagang tersebut juga memiliki tempat tinggal terpisah dengan ruko dan kios," ujar Benny Aperta SE, Rabu (25/2/2026).
Dijelaskannya, kebakaran yang terjadi pada Selasa (24/2/2026) kemarin sekira pukul 20.10 WIB di komplek pasar Peranap itu menghanguskan 16 pintu Ruko dan kios. Dimana, 16 pintu Ruko dan kios itu milik 13 KK. Dimana, 13 KK itu juga tinggal tak jauh dari komplek pasar Peranap.
Atas kejadian itu, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap pedagang korban kebakaran tersebut. "Karena bangunan itu sifatnya milik pribadi, kami hanya bisa melakukan pendataan," ungkapnya.
Dari 16 pintu ruko dan kios yang terbakar sambungnya, terdapat lima toko emas. Sehingga pada Rabu pagi, pemilik toko emas sudah melakukan bersih-bersih hingga memindahkan berangkas menggunakan alat berat.
Selain itu sebutnya, jika sejumlah saksi menyebutkan bahwa api berasal dari kios sarapan milik Butet, perlu menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
"Namun, kios tersebut tidak ada aktivitas dan peralatan memasak hingga gas sudah dibawa pulang ke rumah," terangnya. (kas)
Editor : M. Erizal