Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pasang Spanduk hingga Guru Mogok, Proses Belajar Mengajar di SMPN 2 Batang Peranap Inhu Terhenti, Begini Kejadiannya

Raja Kasmedi • Rabu, 4 Maret 2026 | 21:20 WIB

Siswa SMPN 2 Batang Peranap berdiri dan berkumpul di luar pagar sekolah akibat ada spanduk menutupi pintu pagar, Rabu (4/3/2026).
Siswa SMPN 2 Batang Peranap berdiri dan berkumpul di luar pagar sekolah akibat ada spanduk menutupi pintu pagar, Rabu (4/3/2026).

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Warga Desa Sencano Jaya Kecamatan Batang Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan oleh sejumlah spanduk di SMPN 2 daerah itu. Spanduk bertuliskan mengecam kepala sekolah dipasang mulai dari pintu pagar, beberapa tempat di pagar sekolah.

Akibat spanduk tersebut, siswa yang datang ke sekolah terhalang masuk. Sehingga siswa hanya dapat berdiri dan berkumpul di luar pagar sekolah.

Tidak hanya itu, akibat pemasangan spanduk tersebut, proses belajar mengajar di SMPN 2 Batang Peranap Desa Sencano Jaya Kecamatan Batang Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) lumpuh pada Rabu (4/3/2026).

"Benar, ada pemasangan sejumlah sepanduk dipasang di pintu hingga pagar SMPN 2 Batang Peranap di Desa Sencano," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Hendrik SE, Rabu (4/3/2026).

Dijelaskannya, berdasarkan laporan yang diterima dari Korwil Pendidikan Batang Peranap, pemasangan spanduk hingga aksi mogok belajar terjadi sekira pukul 07.55 WIB. Spanduk itu berupa kain putih dengan warna tulisan merah

Di antara spanduk itu bertuliskan Ganti kepala sekolah otoriter, manipulatif, pungli dan jarang hadir, kami ingin mengajar tenang. Kemudian bertuliskan, sekolah bukan milik pribadi.

Atas kejadian itu sambungnya, Korwil pendidikan bersama Camat serta stakeholder di kecamatan turun ke SMPN 2 Batang Peranap. Bahkan pada kesempatan itu langsung dilakukan pertemuan dengan para guru. "Besok (Kamis 5/3/2026) proses belajar mengajar kembali normal," ungkapnya.

Namun demikian, para guru di SMPN 2 Batang Peranap sepakat pada Senin (9/3/2026) akan mendatangi Disdikbud Inhu. Sedangkan proses belajar mengajar tetap berjalan, karena ada guru yang ditugaskan untuk stanby disekolah.

Dengan kondisi itu sambungnya, pihaknya masih mempelajari laporan tersebut. Karena kepala SMPN 2 Batang Peranap, belum diminta laporan. "Kondisi ini tentunya akan saya koordinasi dengan pimpinan," bebernya.

Kepala SMPN 2 Batang Peranap, Ramlan SAg ketika dikonfirmasi mengaku bahwa, sedang berada di Kecamatan Kelayang mengikuti acara bersama inspektorat.

"Saya tidak di sekolah. Karena mengikuti acara dengan inspektorat. Sehingga tentang spanduk di sekolah, saya tidak mengetahui secara persis," ujar Ramlan.

Ia juga membantah tulis di spanduk tersebut. Dimana, sekolah tidak otoriter. "Mungkin saya disebut otoriter lantaran saya pernah menegur guru saat di ruang majelis guru lantaran tidak masuk mengajar. Sementara anak-anak ribut lantaran tidak ada guru," katanya lagi. (kas)

Editor : M. Erizal
#peranap #SMPN 2 #kepala sekolah #inhu