Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Berdiri Megah Berkat Iuran Rp1.000 per Hari per KK

Raja Kasmedi • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:19 WIB

Warga saat melintas di Halaman Masjid Darussalam, Desa Seresam, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu usai melaksanakan salat,  Jumat (6/3/2026).
Warga saat melintas di Halaman Masjid Darussalam, Desa Seresam, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu usai melaksanakan salat, Jumat (6/3/2026).

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Pembangunan Masjid Darussalam yang berada di Jalan Lintas Selatan itu dalam rangka menjawab kebutuhan warga untuk beribadah. Saat ini warga di Desa Seresam sudah mencapai 1.300 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 2.500 jiwa lebih masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir.

“Masjid dengan ukuran 10x10 meter masih awal program transmigrasi tahun 1981 lalu. Karena pertumbuhan penduduk, dibangun masjid ini dipindahkan di lokasi tak jauh dari lokasi awal. Namun karena kondisinya sudah usang dan ada yang bocor, kembali direhab dan diperbesar,” ujar Kepala Desa Seresam Rusba didampingi Ketua masjid Darussalam H Wardi, Jumat (6/3) lalu.

Rencana pembangunan yang ketiga kali sebutnya, tidak terlepas dari ide dan buah pikiran para tokoh serta pemerintahan Desa Seresam tahun 2008 silam. Dari ide dan gagasan itu berlanjut ke rapat bersama untuk menentukan sumber anggaran pembangunan masjid.

Melalui rapat bersama tersebut disepakati iuran Rp1.000 per hari per KK atau Rp30 ribu per bulan. Kemudian sebanyak Rp2.000 per kapling kebun kelapa sawit per hari atau Rp60 ribu per bulan. Uang tersebut dipotong langsung melalui Koperasi Sawit (Kopsa) Usaha Manunggal milik warga daerah itu.

Bagi warga yang tidak memiliki kaplingan kebun kelapa sawit, dikenakan iuran sebesar Rp30 ribu per KK per bulan. Dana tersebut dihimpun oleh ketua RT dalam wilayah Desa Seresam. Hingga tahun 2012, dana tersebut terkumpul mencapai Rp700 juta dan disepakati untuk mengawali pembuatan pondasi masjid.

Pembangunan fondasi hingga penimbunan berlangsung hingga tahun 2014 atau saat itu berada dalam Pemerintahan Desa Seresam, Wahid Hasyim. Pembangunan masjid berlanjut pemerintahan H Ahmad Saqowi.

Masjid ini baru bisa ditempati pada tahun 2017 lalu untuk melaksanakan salat lima waktu. “Kalau mengacu ke RAB (Rencana Anggaran Biaya) pembangunan masjid hanya Rp5 miliar. Namun kenyataannya saat ini, biaya pembangunan masjid sudah mencapai Rp11 miliar lebih,” katanya.

Pembangunan masjid juga sempat minta talangan dana melalui Kopsa Usaha Manunggal. Sehingga dari anggaran yang dikucurkan Kopsa Usaha Manunggal, setiap bulannya diangsur oleh pengurus masjid.

‘’Alasan kenapa masjid dipindahkan, salah satunya Desa Seresam sebagai lintasan di Jalan Lintas Selatan secara geografis dengan harapan menjadi tempat persinggahan musafir dari arah Kilan Kecamatan Batang Cenaku dan sekitarnya yang mau ke Pekanbaru atau ke Jawa,” ungkapnya.

Hingga saat ini, iuran Rp 1.000 per KK per hari dan Rp 2.000 per hari bagi yang memiliki kaplingan kelapa sawit masih terus berjalan untuk pembangunan masjid. Karena saat ini masih diperlukan biaya untuk pembangunan menara dan taman masjid.

Selain iuran, biaya pembangunan juga bersumber dari infak warga. Sementara operasional masjid bersumber dari kebun kelapa sawit seluas satu kapling atau dua hektare. Kebun tersebut dihibahkan oleh salah seorang warga Ukui Kabupaten Pelalawan atas nama Sukiman dan kebun kelapa sawit tersebut dikelola oleh pemerintahan desa. 

Baca Juga: Apresiasi Program Digitalisasi Masjid, Mendagri Serahkan QRIS ZISWAF BRK Syariah di Kepri

Kegiatan selain salat lima waktu, Masjid Darussalam juga mengelola TPQ untuk anak-anak TK dan SD. Kemudian pada malam hari dilanjutkan dengan pengajian anak-anak. Selain itu ada kajian Ahad Subuh berkah serta Jumat berkah. “Kami juga rutin menyelenggarakan peringatan hari besar,’’ ujarnya.

Untuk kegiatan ibu-ibu, rutin diadakan pengajian setiap Jumat. “Setiap tahun ada hadroh TPQ Darussalam pawai taaruf sebelum puasa dan takbir lomba beduk dan kreasi masing-masing musala serta lomba MTQ tingkat desa yang pesertanya dari setiap musala dari 18 dusun,” katanya.

Lebih jauh disampaikanmya, operasional masjid setiap bulan terdiri dari honor marbut Rp2,5 juta, honor dua imam Rp3 juta, honor guru TPQ Rp3,5 juta, kebersihan Rp500 ribu, alat kebersihan lebih kurang Rp500 ribu, biaya listrik lebih kurang Rp8,5 juta, bayar jaga malam Rp700 ribu. Total mencapai Rp19,2 juta.

“Operasional masjid bersumber dari hasil satu kapling kebun kelapa sawit mencapai Rp9 juta hingga Rp10 juta per bulan serta iuran warga yang mencapai Rp37 juta per bulan,” terangnya.(das)

Laporan KASMEDI, Rengat

Editor : Arif Oktafian
#rencana pembangunan #masjid darussalam #berdiri megah #rengat