RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto SSos MM meminta pihak SPBU untuk memperhatikan antrean mobil saat mengisi BBM. Karena antrean panjang itu memakan badan jalan hingga mengakibatkan macet.
Hal itu disampaikan Ade Agus Hartanto kepada 13 pimpinan SPBU se-Kabupaten Inhu bersama Sales Branch Manager Pertamina wilayah Inhu. "Kondisi macet akibat mobil antrian mengisi BBM di SPBU perlu disikapi jelang arus balik lebaran," tegas Ade Agus Hartanto, Kamis (12/3/2026).
Untuk mengantisipasi antrean panjang itu katanya, sengaja mengundang dan memanggil serta mencari solusi terbaik bersama pihak SPBU dan Pertamina. Sehingga pengguna jalan yang melintas di SPBU tidak terganggu akibat antrean panjang mobil khususnya jenis truk.
"Kelancaran lalu lintas itu sangat penting. Apalagi saat ini sudah dalam suasana arus mudik," tegas lagi.
Tidak hanya antrean panjang, Bupati Ade Agus Hartanto dalam pertemuan itu juga mempertanyakan mekanisme distribusi dan pengawasan penyaluran BBM subsidi seperti Bio Solar dan Pertalite. Sehingga dalam penyaluran subsidi itu, benar-benar tepat sasaran untuk masyarakat yang berhak.
Kemudian ia juga meminta pengelola SPBU untuk meningkatkan pengawasan penyaluran BBM serta menertibkan praktik lansir dan penggunaan jerigen yang berpotensi memperpanjang antrean. "Ketika ada kendala cepat lapor. Sehingga terjalin sinergi sesuai dengan porsi masing-masing dan masyarakat pun dapat terlayani hingga tidak terjadi penumpukan kendaraan," harapnya.
Lebih jauh disampaikanmya, hasil pertemuan tersebut akan didiskusikan dengan DPR RI dan kementerian terkait untuk mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi di Kabupaten Inhu. Karena wilayah Kabupaten Inhu merupakan jalur lintas Sumatera yang cukup panjang dan padat aktivitas kendaraan.
Pada kesempatan itu, pihak Pertamina menjelaskan bahwa kuota BBM subsidi ditetapkan secara nasional untuk periode satu tahun oleh pemerintah melalui BPH Migas. Sedangkan pengawasan konsumsi BBM di daerah juga terus dipantau agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan kuota.
"Penumpukan kendaraan di SPBU, masih dipengaruhi oleh kurangnya pengawasan terhadap kendaraan yang menggunakan barcode resmi penerima BBM subsidi. Namun tetap akan menjadi perhatian untuk menguranginya," katanya.
Editor : Rinaldi