RENGAT (RIAUPOS.CO) - Setelah dua hari melakukan tindakan dengan cara membakar rakit Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), kini Polsek Peranap jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) gencarkan memberi imbauan kepada masyarakat tentang larangan aktivitas merusak lingkungan.
Tidak itu saja, Polsek Peranap juga berharap kesadaran masyarakat agar tidak melakukan PETI. Dimana, hal itu dilakukan dengan cara pendekatan persuasif dan edukatif.
"Personel kepolisian turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan imbauan agar tidak lagi melakukan aktivitas penambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan melanggar hukum," ujar Kapolres Inhu, AKBP Eka Ariandy Putra SH MH MSI melalui Kasi Humas, Aiptu Misran SH, Jumat (27/3/2026).
Pelaksanaan dan turun langsung ke tengah masyarakat bertempat di Kelurahan Baturijal Hilir, Kecamatan Peranap. Personel yang diturunkan itu yakni Indra Roza dan Fadly Ridwan.
Lokasi itu dinilai rentan terlibat dalam aktivitas PETI. "Kegiatan itu bagian dari upaya langkah preventif kepolisian dalam menekan praktik penambangan ilegal di wilayah hukum Polsek Peranap," ungkapnya.
Kepada masyarakat yang ditemui, diinfokan tentang berdampak pada kerusakan lingkungan seperti pencemaran air dan degradasi lahan. Kemudian kegiatan PETI berpotensi menimbulkan konflik sosial serta membahayakan keselamatan para pelaku sendiri.
Oleh karena itu, pihak kepolisian terus mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak negatif dan konsekuensi hukum dari aktivitas tersebut.
“Melalui kegiatan itu, kami berharap masyarakat semakin sadar dan memahami bahwa aktivitas PETI merupakan pelanggaran hukum yang dapat merugikan banyak pihak, termasuk diri sendiri dan lingkungan sekitar,” sambung Misran.
Dari hasil kegiatan tersebut, masyarakat di Kelurahan Baturijal Hilir menunjukkan respon positif. Bahkan, mereka memahami pesan yang disampaikan oleh personel Polsek Peranap dan diharapkan ke depan tidak lagi melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin.
"Pendekatan preventif ini diharapkan mampu menekan angka PETI, sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga alam secara bertanggung jawab," harapnya. (kas)
Editor : M. Erizal