RENGAT (RIAUPOS.CO) - Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terkendala oleh gangguan server dari pusat. Sehingga pada sesi pertama pelaksanaannya, sempat molor beberapa jam.
Di mana, TKA di Kabupaten Inhu diikuti oleh sebanyak 6.395 siswa tingkat SMP sederajat. Dalam pelaksanaannya, terbagi empat gelombang dimulai sejak Senin (6/4/2026) hingga Kamis (16/4/2026) mendatang.
Pada hari pertama Senin pelaksanaan TKA, siswa dapat menyelesaikannya dengan baik.
Baca Juga: Eks Anggota DPR RI PDI Perjuangan Dapil Riau Marsiaman Saragih Wafat
"Alhamdulillah, pelaksanaan TKA pada hari pertama berjalan lancar," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Disdikbud Kabupaten Inhu, Dedi Junaedi Spd, Senin (6/4/2026).
Memang, sebutnya, pada pelaksanaan TKA, biasanya terkendala jaringan. Seperti pada sesi pertama, beberapa sekolah ada sedikit gangguan server dari pusat. Namun beberapa saat kemudian, kembali normal.
"Artinya, pelaksanaan TKA tetap berjalan, tetapi agak molor dari jadwal. Salah satu penyebabnya gangguan server," ungkapnya.
Baca Juga: Hakim Cecar Pembuat Stempel Palsu Perkara Perintangan Penyidikan Kasus Korupsi DPRD Pekanbaru
Dalam pelaksanaannya sambung Kabid Dikdas, dilaksanakan sekolah masing-masing. Namun pengawasnya dilakukan secara silang antar sekolah. Dimana, mata pelajaran yang diujikan dalam TKA fokus pada dua bidang utama yakni Bahasa Indonesia dan Matematika.
Pelaksanaan TKA, tambahnya, bertujuan untuk mengukur kompetensi dasar siswa sebelum melanjutkan ke tingkat SMA. Sehingga dari pelaksanaan TKA, akan diketahui kemampuan akademis siswa tersebut.
Selain itu, siswa akan mendapatkan penilaian akhir dalam bentuk sertifikat yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya di jalur prestasi.
Baca Juga: Karo Ops Polda Riau dan Asops Kodam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Kathutla di Kembung Baru
"Sertifikat hasil TKA menjadi bukti kemampuan akademik yang diakui secara nasional, memudahkan siswa lolos seleksi jalur prestasi ke SMA atau SMK unggulan," bebernya.(kas)
Editor : Edwar Yaman