RENGAT (RIAUPOS.CO) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rengat terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan lingkungan dan warga binaan.
Hal itu dibuktikan dengan dilaksanakannya kegiatan survei bersama Puskesmas Pekan Heran, Rabu (22/4/2026).
"Untuk pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria, kami bersama petugas dari Puskesmas Pekan Heran mendeteksi keberadaan nyamuk sebagai penyebabnya," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Rengat, Dedy Irawan AMd IP SH MH, Rabu (22/4/2026.
Baca Juga: Gagal Laku Putaran Pertama, Aset Pemkab Meranti Kembali Dilelang Awal Pekan Depan
Dijelaskannya, kegiatan survei tersebut dilakukan dengan menyasar sejumlah titik rawan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Titik yang menjadi sasaran itu seperti saluran air, genangan, tempat penampungan air, serta area lingkungan hunian warga binaan.
Petugas dari Puskesmas Pekan Heran bersama jajaran Rutan Rengat secara teliti melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak adanya jentik nyamuk yang dapat menjadi sumber penyebaran penyakit.
Baca Juga: 15 Wasit Futsal Siap Bertugas di Kejurda Piala Gubernur Riau
"Langkah itu merupakan upaya preventif untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari penyakit menular," ungkapnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh penghuni rutan, baik petugas maupun warga binaan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, tim juga memberikan edukasi mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Bahkan, edukasi tentang cara mencegah perkembangbiakan nyamuk melalui gerakan 3M.
"Setelah ini, tentunya kami yang akan terus menggalakkan gerak 3M yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menampung air," tambahnya.
Pihak Puskesmas Pekan Heran mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Rutan Rengat dalam upaya pencegahan penyakit DBD dan Malaria.
"Melalui kegiatan survei rutin itu, potensi penyebaran penyakit dapat ditekan sejak dini hingga lingkungan rutan tetap aman dan sehat," harapnya.
Baca Juga: Dari 256 JCH Inhu, Ini Daftar Jemaah per Kecamatan
Ditempat terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhu, Yuniarni SST MSI mengatakan bahwa, Malaria dan DBD merupakan penyakit menular melalui nyamuk.
"Malaria disebabkan parasit Plasmodium atau nyamuk Anopheles. Sedangkan DBD oleh virus dengue atau nyamuk Aedes aegypti," katanya.
Penyakit Malaria ditandai demam menggigil berulang, sedangkan DBD ditandai demam tinggi pelana kuda atau turun hari 3-7 dengan risiko perdarahan.
Baca Juga: Waspada Potensi Hujan Lebat Sebagian Wilayah Kabupaten Kampar
"Pencegahan kedua penyakit itu tidak lain dengan pola hidup bersih terhadap lingkungan," bebernya. (kas)
Editor : M. Erizal