RENGAT (RIAUPOS.CO) - Pegawai lembaga pembiayaan non-bank Pemodalan Nasional Madani (PNM) Ukui Kabupaten Pelalawan, Ardi Yahya (34) tenggelam di Sungai Indragiri Desa Pasir Sialang Jaya Kecamatan Lirik Kabupataen Indragiri Hulu (Inhu), Senin (18/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Korban tenggelam ketika sampan dengan ukuran panjang 6 meter dan lebar 1,2 meter yang ditumpanginya, tenggelam diduga akibat sarat muatan. Hingga pukul 18.00 WIB, pencarian terhadap korban masih dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhu bersama instansi lainnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Inhu, Mulyadi S.Sos ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, kejadian yang dialami korban terjadi pada Senin (18/5/2026) sekira pukul 12.30 WIB.
Baca Juga: XLSmart Day Kelola 2,2 Ton Sampah Tanpa Berakhir di TPA
"Korban diketahui tengelam di Sungai Indragiri RT 03 RW 02 Dusun II Desa Pasir Sialang Jaya Kecamatan Lirik," ujar Mulyadi
Korban sesuai alamak di KTP sebutnya, merupakan warga Jalan Iman Bonjol RT 993 RW 01 Desa Bagan Batu Kecanatan Bagan Sinembah Kabuoaten Rokan Hilir (Rohil). Korban datang dari Kecamatan Ukui ke Desa Pasir Sialang Jaya menggunakan sepeda motor Nopol BM 6048 ACI bersama rekannya, Irawan yang juga pegawai PNM.
Korban bersama rekannya berencana melaksanakan survei lokasi kebun di seberang Desa Pasir Sialang Jaya Kecamatan Lirik. Survei itu terhadap nasabah pinjaman warga Desa Pasir Sialang Jaya atas nama Saharudin.
Baca Juga: Cuaca 46 Derajat, Jemaah Calon Haji Riau Tetap Aktif Jalani Manasik dan Ibadah
Sekira pukul 12.30 WIB, nasabah atas nama Saharudin bersama korban dan rekannya pergi ke seberang dengan tujuan survey kebun yang akan di jadikan anggunan dengan menggunakan sampan memakai mesin jenis Robin. Dimana, sampan tersebut terbuat dari drump plastik dan papan yang di rakit.
Pada saat menyeberang, sampan sudah dalam keadaan agak oleng. Karena berat badan penumpang yang berlebih, namun perjalanan ke seberang tetap di lanjutkan.
Hanya saja, pada saat mendekati seberang sungai atau dengan jarak sekitar 50 meter, saksi sempat menyebutkan bahwa air sudah masuk di bagian depan sampan.
"Tak lama kemudian, sampan langsung karam," sebutnya.
Kuat dugaan, korban tidak bisa berenang hingga langsung tenggelam. Sedangkan rekan korban sempat dipegang Saharudin dan memegang sampan yang terbalik dan masih mengapung.
Baca Juga: Komunika Fest 2026, Saat Seni dan Tawa Menjadi Bahasa Generasi Muda
"Kami bersama personel Polsek Lirik dan Satpol PP Kecamatan Lirik serta dibantu warga melakukan penyisiran sungai menggunakan perahu karet milik PNBP Kabuoaten Inhu dan pompong serta sampan," terangnya.(kas)
Editor : Edwar Yaman