RENGAT (RIAUPOS.CO) - Areal yang dikerjakan oleh PT Sinas Belilas Perkasa (SBP) di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memanas pada Senin (1/6/2026). Pasalnya, sekelompok orang datang menyerang pekerja menggunakan air gun, senapan angin dan senjata tajam.
Akibatnya, empat pekerja PT SBP mengalami luka tembak dan dua orang lainnya mengalami luka bacok. Bahkan, satu orang di antaranya, selain mengalami luka tembak juga mengalami luka bacok.
Di antara pekerja PT SBP yang mengalami luka tembak yakni Ediyanto, Zulkifli, Pessy, dan Leo. Sedangkan yang mengalami luka bacok yakni Rudi Afriadi dan Samsul. Kejadian itu sudah dilaporkan ke Mapolres Inhu.
"Ediyanto selain kena tembak juga mengalami luka bacok," ujar Manager Humas PT SBP, Abdur Rahman Manurung, Senin (1/6/2026).
Dijelaskannya, akibat luka tembak dan bacok itu, dua pekerja harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru. Dua orang yang dirujuk itu atas nama Ediyanto akibat peluru tembus ke tulang paha serta luka bacok di bagian lengan kanan dan Zulkifli akibat peluru masuk antara paru-paru dan jantung.
Sedangkan empat pekerja lainnya, dirawat di salah satu rumah sakit di Belilas Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu.
"Laporan resminya diterima atas nama Ka SPKT Resor Inhu PAMAPTA II, Ipda Muslim Hasan S.Tr.IK dengan Pasal 262 KUHP dan atau Pasal 459 Juncto Pasal 17 KUHP dan atau Pasal 1 UU nomor 12 tahun 1951," ungkapnya.
Dalam laporan itu, sambungnya, ada enam nama terduga pelaku dan terlapor. Masing-masing berinisial AI, En, Lu, KZ, Ma dan Sa. Di mana, terduga pelaku datang ke lokasi dengan titik koordinat -0.4643706,102.5424151, Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat atau berada dalam HGU nomor 1/2007 milik PT SBP.
Baca Juga: Rumah Batik Serunai Angkat Kearifan Lokal Kampar di Gema Pemuda 2026
Kronologi kejadian yang dialami pekerja, sambungnya, pada hari Senin (1/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, terlapor datang ke lokasi. Terlapor yang dilengkapi dengan senjata tajam dan senapan angin, tiba-tiba langsung menyerang.
Tidak lama kemudian, salah seorang korban melapor kejadian itu kepada salah seorang karyawan yakni atas nama Probo Sutejo. Pada saat itu korban juga menyebutkam mundur atau lari akibat pekerja banyak yang luka tembak dan bacok.
Atas laporan itu, Probo Sutejo memerintahkan pekerja untuk kembali ke kantor kebun dan membawa para korban ke rumah sakit.
"Karena ini sudah anarkis dan mengancam nyawa, makanya kami melaporkan kejadian itu ke Polres Inhu," sebutnya.
Ketika ditanya, apakah kejadian itu akibat saling klaim lahan yang dikuasai PT SBP dan pihak masyarakat, Manager Humas PT SBP hanya menyampaikan bahwa, persoalan itu sudah selesai sesuai ketentuan yang berlaku.
Di mana lahan (saling klaim) tersebut, sudah dilakukan ukur ulang dan pengumuman hasil ukur ulang sudah disampaikan oleh pihak ATR/BPN pada tanggal 23 Desember 2025.
Baca Juga: Kakak Adik di Pelalawan Jadi Korban Begal Berkedok Minta Tolong, Sang Kakak Meregang Nyawa
"Saat pengumuman itu, semua pihak termasuk Pemda, Kepolisian, perwakilan masyarakat ikut hadir," tambahnya.
Untuk itu, pihaknya berharap agar penembakan dan pembacokan yang dialami pekerja PT SBP, hendaknya diusut tuntas.
"Semoga laporan kami ditanggapi dan kejadian itu diusut tuntas," harapnya.
Di tempat terpisah, Kapolres Inhu, AKBP Eka Ariandy Putra SH SIK MSI melalui Kasi Humas, Aiptu Misran SH ketika dikonfirmasi, membenarkan atas kejadian itu. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Benar, kejadian masih dalam penyelidikan. Perkembangan selanjutnya, nanti kami kabari," ucapnya singkat.(kas)
Editor : Edwar Yaman