RENGAT (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melaksanakan apel kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Senin (22/6/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto S.Sos MSI diikuti sejumlah stakeholder terkait.
Apel tersebut juga mengacu kepada data pada BPBD-PKP Kabupaten Inhu bahwa, dalam dua tahun terakhir, dimulai pada tahun 2024 terdata luasan yang terbakar mencapai 710,92 hektare. Kemudian pada tahun 2025 terjadi penurunan atau hanya seluas 129,55 hektare.
Sementara pada tahun 2026 yang belum genap setahun, Karhutla di Kabupaten Inhu tercatat 38,40 hektare. "Hal ini tentunya harus menjadi perhatian kita semua agar berbagai langkah pencegahan dapat dilakukan secara maksimal agar karhutla dapat terus ditekan," ujar Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto.
Selain itu sebutnya, pelaksanaan apel tersebut juga mengingat di 14 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu masih dipandang sebagai daerah yang rawan akan bencana Karhutla.
Walaupun Kabupaten Inhu telah menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana Karhutla tahun 2026 mulai dari pada tanggal 10 Maret hingga 30 November mendatang
Untuk itu, kepada seluruh instansi terkait, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat dapat mengoptimalkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pengendalian Karhutla.
Baca Juga: Pelajar Asal Siak dan Inhil Wakili Riau Paskibraka Tingkat Nasional
"Keikutsertaan kita pada apel hari ini tentu saja merupakan cerminan akan komitmen serta sinergi dalam upaya mewujudkan Kabupaten Inhu bebas Karhutla," ungkap, Ade Agus Hartanto.
Maka dari itu, pelaksanaan apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana Karhutla ini dilaksanakan sebagai langkah untuk memastikan kesiapan satuan tugas (satgas) penanggulangan bencana karhutla. Kesiapan itu, mulai dari sisi personil maupun peralatan dalam menjalankan tugas guna mempertahankan Kabupaten Inhu bebas dari Karhutla .
Kemudian sebutnya, menghdapi musim kemarau yang diperkirakan semakin berat akibat pengaruh fenomena Elnino, tidak ada lagi alasan bagi aparat maupun pemerintah daerah untuk lengah. Seluruh unsur, baik pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun instansi terkait harus bergerak secara terpadu untuk mencegah mulculnya titik api yang berpotensi menimbulkan bencana besar.
Baca Juga: Juara III Piala Garuda Anak Indonesia, Kampar Junior FA U-10 Lolos ke Turnamen Antarnegara di China
Berdasarkan perhitungan dan perkiraan dari BMKG, bahwa Elnino sudah mulai berjalan mulai dari pekan ketiga bulan ini hingga berikutnya. "Ini memerlukan kesiapan yang sama-sama kita lakukan untuk mencegah terjadinya Karhutla," tegasnya. (kas)
Editor : M. Erizal