Waspada! Jumlah Kasus DBD 2026 di Inhu Meningkat Drastis 

Raja Kasmedi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 21:59 WIB
Petugas Dinkes Inhu saat melakukan fogging fokus di salah satu panti asuhan di Kecamatan Rengat Barat, baru-baru ini. (Dinkes Inhu untuk Riaupos.co)
Petugas Dinkes Inhu saat melakukan fogging fokus di salah satu panti asuhan di Kecamatan Rengat Barat, baru-baru ini. (Dinkes Inhu untuk Riaupos.co)

 
RENGAT (RIAUPOS.CO) - Jumlah perkembangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) meningkat drastis dibanding tahun 2025 lalu. Dimana, kasus DBD dari Januari hingga Juli 2026 sudah mencapai 164 kasus. Sementara kasus DBD tahun 2025 dari Januari hingga Juli, hanya 42 kasus. 

"Kasus DBD sepanjang tahun 2025 itu hanya 99 kasus. Sementara Januari hingga Juli 2026 sudah mencapai 164 kasus," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhu, Indrawansyah SE MSI melalui Sekretaris Dinkes Inhu, Sandra SKM MKM, Jumat (31/7/2026).

Dijelaskannya, terjadi peningkatan kasus DBD pada bulan Januari–Juli tahun 2026 dibandingkan tahun 2025 lalu, dipicu oleh pengaruhi cuaca yang tidak menentu. Sehingga dengan kondisi itu, ikut terjadi meningkatnya tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Baca Juga: DLHK Pekanbaru Tindak Tegas Pembuang Sampah Liar, 8 Pelanggar Terjaring dan Satu Pickup Diamankan

Dari 20 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Inhu sebutnya, kasus DBD tertinggi di tahun 2026 yakni berada di Puskesmas Sipayung sebanyak 26 kasus. Namun jika dibandingkan dengan kasus DBD sepanjang tanun 2025 lalu di wilayah kerja Puskesmas Sipayung juga tinggi yakni mencapai 56 kasus.

Selanjutnya di Puskesmas Pekan Heran, yakni sebanyak 17 kasus. Pada tahun 2025 lalu di Puskesmas Pekan Heran hanya 10 kasus. Kemudian di Puskesmas Air Molek dan Puskesmas Kambesko sama-sama 17 kasus dan sepanjang tahun 2025 sama-sama 3 kasus.

Di Puskesmas Kilan pada tahun 2026 terdapat sebanyak 9 kasus atau berhasil turun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 21 kasus. "Penurunan kasus DBD tahun ini juga berkat kerja rekan-rekan di Puskesmas dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan," ungkapnya. 

Baca Juga: Himarohu Riau Desak Pemprov Segera Bertindak, Jangan Tunggu Korban Berikutnya di Jalan Sontang-Duri

Selain itu sebutnya, terdapat empat wilayah yang tidak ada kasus DBD pada tahun 2025 hingga 2026 ini. Wilayah itu berada di Puskesmas Sungai Parit, Puskesmas Polak Pisang, Puskesmas Batang Peranap dan Puskesmas Kota Baru.

Untuk wilayah yang tinggi kasus DBD, pihaknya menjadikan prioritas dilakukan survei jentik, gerakan 3M dan fogging fokus. Selain itu mengimbau masyarakat tetap mewaspadai peningkatan kasus menjelang musim hujan berikutnya.

Dinkes Inhu juga telah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE). "Kami juga telah melakukan edukasi di sekolah, tempat ibadah, dan lingkungan masyarakat hingga penguatan surveilans di seluruh Puskesmas," sebutnya.

Baca Juga: BYD M6 Punya Dua Pilihan Teknologi di GIIAS 2026, EV dan DM Siap Jawab Kebutuhan Keluarga Indonesia

Untuk itu imbaunya, apabila mengalami demam tinggi selama 2 hingga 7 hari disertai nyeri kepala, nyeri otot, bintik merah, atau perdarahan, agar segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. "Dinkes mengajak seluruh masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran DBD," imbaunya. (kas)

Editor : M. Erizal
dbd di inhu demam berdarah dengue (dbd) dinkes inhu