61 Titik Panas Terdeteksi, Inhu Terbanyak

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 09:46 WIB
Tim Gabungan dari Daops Manggala Agni Rengat berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Sabtu (8/8/2026). (Manggala Agni Daops Rengat untuk Riau Pos )
Tim Gabungan dari Daops Manggala Agni Rengat berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Sabtu (8/8/2026). (Manggala Agni Daops Rengat untuk Riau Pos )

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Cuaca panas memicu munculnya titik api dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Ahad (9/8), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mendeteksi 61 titik panas (hotspot) muncul di  Bumi Lancang Kuning.

Prakirawan BMKG Pekan­baru Sanya Gautami menjelaskan, titik panas tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mendominasi dengan 44 titik panas. Sisanya enam titik di Dumai, lima  di Rohil, tiga di Siak, satu di Bengkalis, satu di Pelalawan, dan satu di Indragiri Hilir.

Selain di Riau, titik panas juga muncul di sembilan provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Yakni di Sumatera Selatan 192 titik panas, Bangka Belitung 87, Jambi 58, Kepulauan Riau 43, Sumatera Utara 25, Bengkulu 13, Lampung 6, Aceh 3, Sumatera Barat 2. ‘’Total ada 552 titik panas di Sumatera,’’ ujarnya, Ahad (9/8).

Pemadaman Karhutla

Pada Ahad (9/8), tim dari Manggala Agni Daops Rengat masih melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sungai Guntung Hilir, Inhu. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 50 hektare.

Baca Juga: Dr Ratih Ucapkan Terima Kasih, Kajari Inhu akan Dijabat Dr Rizky Fachrurrozi

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan, kondisi di lokasi masih cukup sulit untuk ditangani. Selain bahan bakar yang padat dan asap pekat, angin yang bertiup kencang turut menjadi tantangan bagi tim pemadam.

“Kondisi di lapangan cukup menantang. Bahan bakarnya padat, asap pekat dan angin bertiup kencang. Kepala api juga sudah merangsek masuk ke arah hutan primer,” kata Ferdian.

Tantangan lainnya adalah akses menuju kepala api yang belum sepenuhnya terbuka. Kondisi tersebut membuat tim harus melakukan penyisiran dari sisi yang memungkinkan untuk mendekati titik api. “Tim terus berupaya membuka jalur dan menembus ke arah kepala api,” ujarnya.

Baca Juga: Karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir Rengat Belum Padam, Api Merangsek Masuk ke Arah Hutan Primer

Pada Sabtu (8/8), tim melakukan penyisiran dari sisi barat menuju utara untuk mencari akses menuju kepala api. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan dan arah pergerakan api. Operasi pemadaman juga mendapat dukungan satu unit helikopter water bombing untuk membantu penanganan dari udara.

Untuk mempercepat pembukaan akses, satu unit alat berat tambahan dijadwalkan masuk. Alat berat tersebut akan diarahkan membuka akses menuju sisi utara kepala api yang hingga kini belum sepenuhnya dapat dijangkau. “Besok (hari ini, red) alat berat tambahan satu unit akan masuk untuk membuka akses ke sisi kepala api bagian utara,” kata Ferdian.

Selain membuka akses, alat berat tersebut juga akan mendukung pembuatan embung sebagai sumber air dan sekat bakar di sekitar lokasi. Embung disiapkan untuk mendekatkan sumber air dengan area operasi pemadaman, sementara sekat bakar dibuat sebagai upaya mengendalikan pergerakan api.

Baca Juga: Aidil Mulya Abdillah Asal Batang Cenaku dan Ristia Faradinas Asal Rengat jadi Bujang Dara Inhu 2026

“Alat berat juga akan digunakan untuk menyiapkan embung-embung sebagai sumber air serta membuat sekat bakar,” jelasnya. 

Ferdian mengatakan penanganan karhutla di Sungai Guntung masih terus dilanjutkan. Tim di lapangan akan fokus membuka akses menuju kepala api, melakukan pemadaman dan mengendalikan agar api tidak semakin merangsek ke kawasan hutan primer. “Statusnya masih belum padam dan dilakukan pemadaman lanjutan,” tegas Ferdian.

Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto menegaskan, upaya pencegahan karhutla harus menjadi prioritas di tengah cuaca yang rawan memicu munculnya titik api. Karena, langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. 

Hal itu disampaikan Ade Agus Hartanto saat meninjau kesiapan sarana dan prasarana serta personel pemadaman kebakaran di areal PT Swakarsa Sawit Raya (SSR)  akhir pekan kemarin. “Apabila kebakaran berada di radius dekat dengan kawasan perusahaan, maka wajib tanpa instruksi langsung melakukan pemadaman,” tegasnya.

Baca Juga: Karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir Rengat Meluas hingga 50 Hektare

Bupati Inhu juga meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Inhu segera bergerak apabila terjadi kebakaran di sekitar area usahanya. Karena beberapa hari terakhir sejumlah titik api terdeteksi di wilayah Kabupaten Inhu. Sehingga kewaspadaan seluruh pihak terus ditingkatkan.

Padamkan Api di Siak Kecil dan Mandau

Satuan Tugas (Satgas) Gabungan dari Polres Bengkalis bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan dan masyarakat, juga bergerak cepat melakukan pemadaman serta pendinginan karhutla yang terjadi di dua lokasi wilayah Kabupaten Bengkalis, Ahad (9/8).

Baca Juga: Terbanyak dari SMAN 1 Rengat, 27 Calon Paskibraka Masuk Pusdiklat, Ini Penjelasan Bupati Inhu

Sejak Jumat (7/8), penanganan yang dilakukan di areal HGU PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, serta di lahan masyarakat Jalan Tangkahan Tegar Ujung, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, yang berbatasan dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.

Di Kecamatan Siak Kecil, petugas melakukan verifikasi terhadap titik api yang terpantau, sebelum dilanjutkan dengan upaya pemadaman dan pendinginan. Kebakaran terjadi di lahan gambut dengan luas sekitar 1,2 hektare (ha). Kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.

Sebanyak lebih dari 50 personel dari Polsek Siak Kecil, Polsek Bukit Batu, TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA Desa Bandar Jaya dan Muara Dua serta pihak PT TKWL dikerahkan, untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Dukungan peralatan berupa mesin pemadam dan puluhan gulung selang turut digunakan untuk mempercepat proses penanganan.

Baca Juga: Dari Penanganan Tindak Pidana Korupsi, Kejari Inhu Serahkan Kerugian Negara Rp 1,8 Miliar kepada BPR

Petugas juga melakukan pengecekan lokasi, pencatatan saksi, pemasangan garis polisi serta dokumentasi sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Mandau, personel gabungan juga melaksanakan pemadaman dan pendinginan Karhutla di lahan masyarakat yang berada di perbatasan Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.

“Kebakaran di lokasi tersebut diperkirakan telah menghanguskan sekitar 10 hektare lahan, yang didominasi semak belukar dan tanaman sawit dengan kondisi tanah kering. Cuaca panas dan angin kencang turut mempercepat penyebaran api,” ujar Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Ahad (9/8).

Baca Juga: Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir Rengat

Ia menyebutkan, berdasarkan pemantauan terakhir, api di kedua lokasi telah berhasil dikendalikan dan sebagian besar telah padam. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala, terutama pada area yang masih mengeluarkan asap.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menegaskan, penanganan karhutla dilakukan secara cepat dan terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait. “Penanganan Karhutla bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, MPA, perusahaan dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah api meluas dan memastikan wilayah tetap aman,” ujarnya.

Kapolres Bengkalis juga mengimbau, masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla. “Cegah karhutla sejak dini. Jangan bakar lahan, jaga lingkungan, dan laporkan segera setiap titik api,” ujarnya.(ayi/sol/kas/ksm)

 

Editor : Arif Oktafian
bmkg kebakaran hutan indragiri hulu inhu