Tidak Kunjung Padam, Personel Pemadaman Karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir Inhu Ditambah

Raja Kasmedi • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:28 WIB

 Personel Manggala Agni Rengat terus berupaya melakukan pemadaman Karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir Kecamatan Rengat dengan pola pendinginan, Ahad (23/8/2026). (Manggala Agni Rengat untuk Riaupos.co)

Personel Manggala Agni Rengat terus berupaya melakukan pemadaman Karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir Kecamatan Rengat dengan pola pendinginan, Ahad (23/8/2026). (Manggala Agni Rengat untuk Riaupos.co)

 
RENGAT (RIAUPOS CO) - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Sungai Guntung Hilir Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) belum kunjung padam hingga Ahad (23/8/2026) atau hari ke 21. Sehingga dengan kondisi itu, Manggala Agni melakukan penebalan atau penambahan personel dan peralatan. 

Bahkan, upaya pemadaman telah didukung helikopter Water Bombing (WB). "Operasi dengan fokus pengerjaan dengan menyisir bara api di akar tanaman dan lantai hutan atau gambut," ujar KDOPS Manggala Agni Sumatera VII Rengat, Muhammad Ilham Sidik Ahad (23/8/2026).

Selain penebalan personel dan dukungan helikopter sebutnya, juga dukungan alat berat. Dimana, alat berat tersebut guna melakukan pembukaan akses menuju kepala api dan menyiapkan sumber air berupa embung. 

Baca Juga: Kejuaraan Motoprix Piala Wako Pekanbaru Berlangsung Meriah, Agung Dorong Balap Motor Digelar Tiga Ka

Bahkan, personel yang tergabung lebih fokus pengerjaan dan diarahkan menuju posisi kepala api sisi Utara dan Barat. "Luas terbakar mencapai 471,39 hektar dan luas lahan berhasil dipadamkan mencapai seluas 49 hektar," ungkapnya.

Memang sebutnya, pola pemadaman masih fokus kegiatan mopping up atau pendinginan. Karena karakter tanah gambut yang terbakar sangat sulit dijangkau akibat jauh ke dalam.

Lebih jauh disampaikanmya, pendinginan yang dilakukan personel masih menggunakan Pompa Mark-3 dan Pompa Mini Striker. Selain itu, menggunakan peralatan semi mekanis berupa pompa punggung Jet Shooter guna menjangkau posisi titik yang tidak dapat dijangkau selang.

Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Penanganan Karhutla di Riau

"Kendala yang dialami personel, masih jarak titik api ke sumber air berkisar 150 hingga 200 meter. Kemudian, akses menuju titik penanganan harus di tempuh dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer," terangnya. (kas)

Editor : M. Erizal
karhutla belum padam Kabupaten Indragiri Hulu karhutla inhu