RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Cuaca ekstrim di musim kemarau ini tidak menjadi halangan bagi tim Manggala Agni Sumatera VII Rengat untuk turun lapangan. Bahkan, hingga Senin (24/8/2026) sudah hari ke-22 untuk memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Tidak saja berjalan mulus untuk menjangkau lokasi Karhutla yang terjadi di lahan gambut, vegetasi semak belukar, sawit nasyarakat, tanaman hutan dengan fungsi kawasan Hutan Produksi yang dapat di Konversi (HPK) di daerah itu.
Selain menggunakan kendaraan dari Kantor Daerah Operasional Manggala Agni Sumatera VII Rengat di Jalan Seminai Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, tim harus berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer.
Baca Juga: Pacu Jalur Usai, Sampah Menumpuk, Pemkab Goro Massal
Sementara terik matahari dengan suhu lebih 30 derajat celcius, tim harus memikul peralatan pedaman. "Seberat apapun medan menuju lokasi, kami harus tetap padamkan Karhutla," ujar KDOPS Manggala Agni Sumatera VII Rengat, Muhammad Ilham Sidik, Ahad (24/8/2026).
Selain kendala perjalanan menuju lokasi, tim gabungan juga terkendala sumber air yang cukup jauh. Jarak sumber dari berupa kanal dan embung ke titik api mencapai sekitar 150 hingga 200 meter. "Angin bertiup kencang di lokasi penanganan hingga menyebabkan bara sangat berpotensi kembali menyala," sebutnya.
Strategi untuk pemadaman langsung dengan pompa Mark-3 dan pompa Mini Striker, juga masih menyisakan asap. Karena bara api di bawah akar pohon dan lantai hutan gambut sulit dijangkau.
Baca Juga: Harumkan Nama Indonesia, Michyko Juara 1 Elite ITT Tour de Bintan 2026
Sehingga pendinginan yang dilakukan berlangsung cukup lama agar dapat menjangkau titik bara yang berada di dasar tanah. "Untuk menjangkau titik api lainnya, kami juga menggunakan pompa punggung Jet Shooter guna menjangkau posisi titik yang tidak dapat dijangkau selang," tambahnya.
Untuk itu harapnya, dengan penebalan personel dan dibantu helikopter untuk melakukan water bombing, hendaknya pendinginan yang dilakukan dapat memadamkan Karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir.
"Luas yang terbakar sudah mencapai 471,39 hektare berdasarkan hasil hitung luas dengan metode penafsiran Citra Satelite tanggal 17 Agustus 2026 lalu dan luas berhasil dipadamkan mencapai 49 hektare," terang Muhammad Ilham Sidik.
Editor : Rinaldi