Udara di Inhu Tidak Sehat, Dokter Ini Minta Anak-Anak dan Lansia Tidak Beraktivitas di Luar Ruangan

Raja Kasmedi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:16 WIB
Dokter Destika Sari. (Istimewa)
Dokter Destika Sari. (Istimewa)

 

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Senin (24/8/2026) kemarin mulai mengeluhkan kabut asap yang semakin tebal. Bahkan, sekolah di daerah itu, memulangkan murid lebih awal.

Kabut asap dengan kondisi udara tidak sehat, tentunya akan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Apalagi untuk sejumlah penyakit yang rentan terhadap kabut asap.

Dengan kondisi itu, Manager Operasional Klinik Pratama Mulia Peranap dr Destika Sari mengimbau warga untuk waspada kabut asap.

 Baca Juga: Rayakan HUT Ke-25, Demokrat Kuansing Bersihkan Arena Pacu Jalur dari Sampah

"Kabut asap dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan," ujar Destika Sari, Selasa (25/8/2026).

Salah satu upaya menghindari dampak kabut asap terhadap kesehatan, dokter Destika menganjurkan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Bahkan, diupayakan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat.

Selama kabut asap, sambung dokter Destika Sari, pihaknya menganjurkan memperbanyak minum air putih.

"Segera periksa jika mengalami iritasi mata, sesak napas, batuk berat, atau nyeri dada," ajaknya.

 Baca Juga: Kualitas Udara Bengkalis Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diimbau Gunakan Masker

Kabut asap pekat, katanya, juga bisa berdampak pada alergi kulit atau gatal-gatal. Makanya, pada situasi kabut asap pekat, diupayakan tidak beraktivitas di luar rumah.

Dokter Destika Sari berharap, musibah kabut asap kali ini hendaknya cepat berlalu dan tidak terulang kejadian tahun 2015 dan 2019 lalu. Karena udara akibat kabut asap saat itu menguning, hingga berdampak kepada tumbuhan.

Untuk itum harapnya, stop membakar hutan dan lahan. Karena satu pembakaran dapat berdampak luas pada kesehatan, lingkungan, dan kehidupan banyak orang.

Baca Juga: Jasad Diduga Boiko Gulo Ditemukan Terhimpit di Keramba Apung Setelah 21 Hari Pencarian

"Mari jaga udara kita, jaga lingkungan kita, dan jaga Indonesia," harapnya.(kas)

Editor : Edwar Yaman
Luar Ruangan kabut Asap tidak sehat inhu