Karhutla di Kuantan Babu Inhu Belum Terkendali, Sumber Air Semakin Sulit

Raja Kasmedi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 10:25 WIB
Tim terus berupaya memadamkan karhutla yang terjadi di Desa Kuantan Babu Kecamatan Rengat , Kabupaten Inhu, Senin (31/8/2026). (Manggala Agni Rengat)
Tim terus berupaya memadamkan karhutla yang terjadi di Desa Kuantan Babu Kecamatan Rengat , Kabupaten Inhu, Senin (31/8/2026). (Manggala Agni Rengat)

 

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kuantan Babu Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hingga hari ke empat Senin (31/8/2026) belum terkendali. Sementara sumber air untuk memadamkan titik api semakin sulit dan jauh.

Karhutla di Desa Kuantan Babi merupakan lanjutan atau rembesan dari lokasi Desa Sungai Guntung Hilir Kecamatan Rengat.

"Luasan yang terbakar sudah mencapai 10 hektare dan kepala api belum terkendali," ujar Kepala DOPS Manggala Agni Sumatera VII Rengat, Muhammad Ilham Sidik, Senin (31/8/2026).

 Baca Juga: Pemkab Kuansing Fasilitasi Pertemuan Masyarakat Koto Baru dan PT RAPP

Tim gabungan yang terdiri Manggala Agni, TNI, Polri, BPBDPKP Inhu serta unsur lainnya masih terus berupaya melakukan penyekatan. Karena apabila tidak dilakukan penyekatan, Karhutla yang terjadi berpotensi semakin meluas di daerah itu.

Memang, sebutnya, saat ini tim yang ada sudah ditambah satu regu Daops Manggala Agni Sumatera V Dumai. Namun api sudah memasuki kawasan hutan dan sulit dijangkau.

"Areal yang terbakar merupakan tanah gambut. Selain dipermukaan, api juga berada dibagian dalam tanah," ungkapnya.

 Baca Juga: 31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota

Wilayah yang terbakar sambungnya, juga tidak bisa dilakukan pola pemadaman berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau yang sering dikenal sebagai hujan buatan. Karena, arah awan saat ini lebih kewilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

 Lebih jauh disampaikannya, kendala air yang bersumber dari kanal dan embung ke titik api sudah mencapai 300 hingga 400 meter. Sehingga butuh waktu untuk menyiapkan selang air yang panjang menuju sumber air.

"Angin yang bertiup kencang juga mengakibatkan lahan yang terbakar semakin meluas," terangnya.(kas)

Editor : Edwar Yaman
Kuantan Babu sumber air karhutla manggala agni inhu