Sekolah Tak Lagi Temukan Menu MBG Beraroma Basi, Diskes Imbau SPPG Tetap Mengacu SOP

Rinaldi • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 22:44 WIB
Guru sebagai panitia penerima MBG disalah satu sekolah yang sebelumnya menolak men diberikan pihak SPPG, Senin (7/9/2026). (Korwil Pendidikan Rengat Barat)
Guru sebagai panitia penerima MBG disalah satu sekolah yang sebelumnya menolak men diberikan pihak SPPG, Senin (7/9/2026). (Korwil Pendidikan Rengat Barat)

RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Sejumlah sekolah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak lagi menemukan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) beraroma basi. Bahkan, tidak ada lagi sekolah yang menolak penyaluran MBG pada Selasa (8/9/2026).

"Tadi, penyaluran MBG sudah berjalan lancar dan tidak ada lagi sekolah yang menolak," ujar Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Rengat Barat pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Inhu, Sanfitriadi SPd, Selasa (8/9/2026).

Pihaknya kembli mengimbau satuan pendidikan dalam wilayah Kecamatan Rengat Barat agar terus selektif menerima menu MBG yang diberikan SPPG. Sehingga dengan seleksi untuk mengecek menu, MBG dapat terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, Riau Sumbang 117 Titik Panas 

Dimana sebelumnya, ada enam sekolah di Kecamatan Rengat Barat sempat menolak menu MBG. Pasalnya, menu MBG yang diantar ke sekolah di daerah itu berupaya ayam goreng, sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.

Dalam pada itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhu Indrawansyah SE MSI menginbau pengelola SPPG agar dalam menjalankan kegiatannya agar tetap mematuhi SOP. "Kami mengimbau agar SPPG menjalankan kegiatannya tetap mematuhi SOP yang sudah ada, agar tidak ada menu yang ditolak penerima manfaat," tegas Indrawansah.

Pihaknya juga telah melakukan pengawasan dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk ditindaklanjuti oleh SPPG. Bahkan, rekomedasi yang diberikan, sudah ditindaklanjuti.

Baca Juga: Sudah Enam Saksi Diperiksa Kasus Dugaan Cabul Pengasuh Pondok Pesantren di Lubuk Dalam 

Selain itu, terhadap seluruh SPPG yang ada di Kabupaten Inhu sebanyak 29 unit, Diskes Inhu melalui Puskesmas yang berada di setiap kecamatan telah melakukan inspeksi kesehatan lingkungan serta melakukan pengawasan terhadap proses produksi, baik sarana dan prasarana serta kondisi lingkungan.

"Inspeksi kesehatan lingkungan sudah dilakukan keseluruhan SPPG melalui Puskesmas dan pengawasan terhadap proses produksi, sarana prasarana dan kondisi lingkungan dilakukan oleh Puskesmas atau Dinas kesehatan rata rata minimal 3 bulan sekali," bebernya.

 

Editor : Rinaldi
bekerja sesuai sop Menu MBG diskes inhu