Dampak Kabut Asap di Inhu, Kelompok Usia Dewasa Lebih Banyak Terserang Kasus ISPA

Raja Kasmedi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 00:05 WIB
Jalan Lintas Timur di Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat, Inhu terlihat kabut asap lebih tebal pada Senin (14/9/2026) sore. (Raja Kasmedi/Riaupos.co)
Jalan Lintas Timur di Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat, Inhu terlihat kabut asap lebih tebal pada Senin (14/9/2026) sore. (Raja Kasmedi/Riaupos.co)

 

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Jumlah warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kembali naik menjadi 69 orang pada Senin (14/9/2026). Sementara pada Ahad (13/9/2026) hanya tercatat sebanyak 26 orang.

Jumlah warga terserang penyakit ISPA berdasarkan data dari 20 puskesmas yang diterima oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhu. "Hari ini kembali terjadi lonjakan warga terserang ISPA," ujar Plt Kepala Dinkes Inhu, Indrawansyah SE MSI, Senin (15/9/2026).

Lonjakan penderita ISPA, mengalami lonjakan seiring dengan memburuknya kualitas udara akibat musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selian itu, peningkatan kasus ISPA banyak ditemukan di wilayah yang mengalami karhutla yang menyebab asap pekat. 

 Baca Juga: DPRD Kampar Bahas Ranperda Perlindungan Data Pribadi dan Usulan Kebun Raya

Berdasarkan data dari 20 puskesmas yang tersebar dalam wilayah Kabupaten Inhu, kelompok usia tertinggi mengidap kasus ISPA yakni pada kelompok dewasa. Kondisi itu, akibat warga di usia dewasa lebih banyak beraktivitas di luar rumah ketika kualitas udara buruk di musim kemarau yang bersumber dari asap karhutla.

Hal itu dapat dilihat dari data kasus ISPA paa Senin (14/9/2026), dari total sebanyak 69 orang terdiri kelompok usia yakni lansia sebanyak 9 orang, dewasa 32 orang, remaja 7 orang, anak-anak 11 orang dan balita 10 orang.

Kemudian data pada Ahad (13/9/2026), dari total sebanyak 26 orang, terdiri dari lansia sebanyak 3 orang. Sedangkan kelompok usia dewasa terserang kasus ISPA sebanyak 23 orang.

 Baca Juga: Pj Sekda Rohul Lantik Sejumlah Pejabat, Margono Bergeser ke Jabatan Baru

Begitu juga pada Sabtu (12/9/206), jumlah kasus ISPA sebanyak 43 orang terdiri dari 5 orang lansia, 22 orang dewasa, 4 orang remaja, 7 orang anak-anak dan 5 orang balita. Kelompok usia dewasa juga tertinggi pada Jumat (11/9/2026). Dari total 47 kasus, kelompok usia dewasa sebanyak 36 orang, lansia 4 orang, anak-anak 5 orang dan balita 2 orang.

Lebih jauh disampaikanmya, kasus ISPA tertinggi sejak lima hari terakhir yakni pada Kamis (10/9/2026) yang mencapai sebanyak 75 orang. Dari total jumlah terserang penyakit ISPA, kelompok usia dewasa juga tertinggi yakni 30 orang, balita 15 orang, anak-anak 10 orang, remaja 10 orang dan lansia 8 orang.

Untuk itu, imbaunya, salah satu upaya agar dapat mengurangi terserang penyakit ISPA, hendaknya tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pria yang Diduga Bakar Lahan di Kateman Inhil

"Pada musim kemarau dengan kualitas udara buruk akibat Karhutla, hendak membiasakan diri memakan masker," harapnya.(kas)

Editor : Edwar Yaman
kasus ISPA usia dewasa kabut Asap inhu