RENGAT (RIAUPOS.CO) - Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Bukit Petaling Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) alami krisis air bersih sejak tiga bulan lalu.
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari dengan memanfaatkan air rawa hingga meminta tempat saudara yang berada di desa tetangga.
Akibat kekurangan air bersih itu, rata-rata warga daerah itu hanya mandi satu kali sehari. "Di Desa Bukit Petaling ada sebanyak 426 KK yang terbagi dalam tiga dusun dan empat RT," ujar Kepala Desa Bukit Petaling, Purna Windra, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Wabup Rohil Ajak Pelajar Jauhi Perundungan dan Perkawinan Dini
Dijelaskannya, hampir 80 persen lebih warga di daerahnya mengalami krisis bersih. Sedangkan 20 persen lainnya memiliki sumber air bersih melalui sumur bor. Sehingga untuk kebutuhan sehari-hari sangat terbatas temasuk untuk mandi hanya satu kali sehari.
Selain membeli air bersih melalui sumur bor kepada warga setempat hingga warga desa tetangga, warga terpaksa memanfaatkan air rawa. Dimana rawa yang ada di daerah itu dengan jarak mencapai 1 km dari desa.
Tidak saja air rawan yang terdekat di daerah itu, warga juga memanfaatkan air rawa yang ada di desa tetangga. "Saya untung ada rumah saudara yang berada di desa tetangga dan rumahnya agak ke bawah. Sehingga sumurnya tidak kering dan setiap hari harus melansir sedikitnya 8 jeriken," ungkapnya.
Baca Juga: Weekend Ini, Yuk Habiskan Waktu Bersama Orang-Orang Tersayang di Living World Pekanbaru
Memasuki bulan ke tiga ini, ketersediaan air rawa juga sudah mulai menipis. Akibatnya, warga harus lebih berhemat menggunakan air yang ada. "Sejak tiga bulan ketersediaan air mulai menipis dan dua bulan memang sudah sangat sulit," tambahnya.
Dengan kondisi itu, Kades berupaya mengandeng pengusaha kelapa sawit ditempatnya. Sehingga dengan kebaikan pengusaha yang juga warga daerah itu, bersedia menyediakan air bersih yang bersumber dari PDAM.
"Alhamdulillah, warga dapat mengisi semua jeriken dan tempat air lainnya ketika mobil PDAM datang yang dipusatkan di kantor desa," terangnya. (kas)
Editor : M. Erizal