RENGAT (RIAUPOS.CO) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rengat terus melakukan pembinaan terhadap para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pembinaan yang dilakukan itu, diharapkan dapat menjadi bekal untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat.
Bahkan, Rutan Rengat juga memberikan pelajaran membaca Al-Qur'an secara agenda rutin mengaji.
"Pembinaan di Rutan Kelas IIB Rengat tidak hanya diisi dengan berbagai aktivitas keterampilan dan kegiatan sehari-hari tetapi juga kegiatan keagamaan," ujar Kepala Rutan Rengat, Dedy Irawan AMd IP SH MH, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: Gawat! Satpol PP-PKP Kuansing Temukan Lagi Satu LC yang Positif Idap Penyakit Menular Seksual
Menurutnya, di tengah keterbatasan ruang dan waktu, para WBP terus diberikan ruang untuk memperbaiki diri melalui pembinaan kepribadian, salah satunya dengan belajar membaca Al-Qur'an dan mengaji.
Dari pelaksanannya, WBP dengan penuh kesungguhan dapat mengikuti kegiatan belajar mengaji. Dimana, kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan selama menjalani masa pidana.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung dalam suasana yang tenang dan hikmat. "Para WBP mengikuti proses pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing," ungkapnya.
Baca Juga: Kasus ISPA di Kampar Tembus 2.760 Kasus hingga Akhir September
Kemudian sebutnya, bagi sebagian WBP, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk kembali mendekatkan diri kepada nilai-nilai agama sekaligus memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur'an.
Selain itu sebutnya, tidak sekadar belajar membaca, kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari proses pembinaan karakter dan pembentukan sikap yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi WBP dalam menjalani kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Untuk itu katanya, Rutan Kelas IIB Rengat terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan WBP, termasuk pembinaan kepribadian dan kerohanian.
Baca Juga: Jelang Musda VI, Bistamam Mendaftar Calon Ketua DPD II Golkar Rohil
"Melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan WBP dapat membangun kesadaran diri, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan sikap dan perilaku yang lebih baik," sebutnya
Lebih jauh disampaikanmya, kegiatan belajar mengaji juga menjadi gambaran bahwa proses pemasyarakatan tidak berhenti pada pembinaan selama berada di dalam Rutan.
Bahkan, setiap proses pembinaan diarahkan untuk mempersiapkan WBP agar mampu melakukan perubahan positif dan kembali menjalani kehidupan secara lebih baik di tengah masyarakat.
Baca Juga: Kejar Dana Pusat, Pemkab Kuansing Usulkan Penambahan Satu Unit RSUD
"Rutan Kelas IIB Rengat berkomitmen menghadirkan ruang bagi WBP untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menata kembali langkah menuju masa depan," terang Dedy Irawan. (kas)
Editor : M. Erizal