ISPU di 7 Kecamatan Inhu Sangat Tidak Sehat, Pembelajaran Jarak Jauh Diperpanjang

Raja Kasmedi • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 22:15 WIB

 Arah angin dari Sumatera Selatan yang menyebabkan kabut asap di Kabupaten Inhu, Jumat (9/10/2026). (Tangkapan layar analisa pergerakan kabut asap)

Arah angin dari Sumatera Selatan yang menyebabkan kabut asap di Kabupaten Inhu, Jumat (9/10/2026). (Tangkapan layar analisa pergerakan kabut asap)

 
RENGAT (RIAUPOS.CO) - Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terpantau sangat tidak sehat di tujuh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Jumat (9/10/2026) pagi. Namun pada sore, ISPU di Kabupaten Inhu terpantau merata tidak sehat. 

Sehingga dengan kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Inhu memperpanjang penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Sabtu (9/10/2026). Dimana PJJ itu sudah diterapkan sejak Selasa (6/10/2026) kemarin.

"ISPU akibat kabut asap dari provinsi tetangga tercatat sangat tidak sehat di tujuh kecamatan. Namun pada sore, ISPU sudah turun menjadi tidak sehat,' ujar Kepada Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Inhu, Elpahri Adha .SSos MH, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga: Bupati Rohul Bergelar Datuk Seri Setia Amanah Baginda Jabaringin, Ini Gelar Wabup dan Pimpinan DPRD

Dijelaskannya, tujuh dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Inhu dengan ISPU sangat tidak sehat yakni di Batang Gansal, Batang Cenaku, Kelayang, Rakit Kulim, Lubuk Batu Jaya, Peranap dan Batang Peranap. Kondisi ISPU sangat tidak sehat itu terpantau pada pukul 05.47 WIB 

Setalah dilakukan update terhadap ISPU, Kepala DLHKP menyampaikan bahwa, ada penurunan dari 209 menjadi 140. "Sebaiknya dengan kondisi udara tidak sehat atau mencapai sangat tidak sehat, hendaknya tidak beraktivitas di luar rumah," harap Elpahri Adha.

Ditempat terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Indrawansyah SE MSI mengatakan bahwa, data warga terserang ISPA naik hingga mencapai 66 kasus pada Senin (5/10/2026) kemarin. Kemudian pada hari Selasa (6/10/2026), kembali naik menjadi 70 kasus.

Baca Juga: Asap Masih Tebal di Kuansing, PJJ Diperpanjang Lagi

"Pada Rabu (7/10/2026) sempat turun menjadi 52 kasus. Namun kasus ISPA meningkat menjadi 70 kasus pada Kamis (8/10/2026) dan pada Jumat (9/10/2026) turun menjadi 56 kasus," ungkapnya.

Dalam pada itu, Plt Kepala Disdikbud Inhu, Joni Maryanto SPi MSI melalui Kabid Dikdas, Muhammad Faizin SPsi mengatakan bahwa, berdasarkan laporan dari sejumlah instansi terkait, kualitas udara di wilayah Kabupaten Inhu masih tercatat tidak sehat. Sehingga Pemerintah Kabupaten Inhu memperpanjang penerapan PJJ pada Sabtu 10/101/2026).

Pelaksanaan PJJ dalam pekan ini sebutnya, sudah dimulai sejak Selasa (6/101/2026) dan masih diterapkan PJJ pada Sabtu (10/101/2026) atau sudah hampir satu pekan. 

Baca Juga: Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Pimpin Razia Pekat

"Karena kabut asap masih terlihat dan kualitas udara tidak sehat. Makanya penerapan PPJ diperpanjang," sebut Muhammad Faizin.(kas)

Editor : M. Erizal
Kualitas Udara pembelajaran jarak jauh tidak sehat