Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BCA Gagas Generasi Z Berbakti: Desa Dayun, Wilayah Kaya SDA yang Punya Segudang Potensi Wisata

Hendrawan Kariman • Selasa, 29 April 2025 | 16:49 WIB

Danau Zamrud membentang dikelilingi hutan hijau rawa gambut terlihat dari udara, yang menjadi salah satu potensi wisata Kampung Dayun, Siak, Riau.
Danau Zamrud membentang dikelilingi hutan hijau rawa gambut terlihat dari udara, yang menjadi salah satu potensi wisata Kampung Dayun, Siak, Riau.
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Berjarak sekitar 130 km dari Kota Pekanbaru, Desa Dayun di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, menjadi contoh desa yang memiliki potensi besar namun menghadapi tantangan signifikan.

Desa yang kerap juga disebut sebagai Kampung Dayun ini, dikelilingi kekayaan alam berupa lahan gambut dan hutan rawa yang menyimpan keanekaragaman hayati mengagumkan seperti Harimau Sumatera hingga Burung Rangkong. Namun, di balik keindahan alamnya, kampung ini menyimpan sejumlah tantangan yang nyata.

 Baca Juga: Satreskrim Polres Kampar Ringkus Enam Tersangka Komplotan Spesialis Pencurian Tower di 10 TKP

Tantangan di Tengah Kekayaan Alam

Luas wilayah Dayun mencapai lebih dari 75 ribu hektare dan sekitar 80 persen wilayahnya merupakan lahan gambut yang sangat rentan terhadap kerusakan. Pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, serta perubahan iklim memberi tekanan besar terhadap ekosistem desa.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman tahunan yang bukan hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga masalah kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Perekonomian masyarakat Desa Dayun masih bergantung pada sektor migas dan perkebunan sawit yang mendominasi lapangan pekerjaan hingga 60 persen. Ketergantungan ini membuat kondisi ekonomi masyarakat Dayun rentan terhadap fluktuasi harga komoditas.

 Baca Juga: Tak Lulus PPPK Tahap I 2024, 626 Honorer Pemda Rohul Tetap Diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu

Bangkit Bersama Program Desa Bakti BCA

Namun, Dayun tak tinggal diam. Kesadaran masyarakat dan pemerintah desa memunculkan berbagai inisiatif pelestarian lingkungan. Sejumlah peraturan desa lahir untuk melindungi ekosistem, didukung kerja sama berbagai pihak untuk restorasi lahan gambut, penghijauan, hingga pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Kampung Dayun kini menjadi bagian dari Desa Bakti BCA, sebuah inisiatif pemberdayaan desa berkelanjutan yang digagas BCA.

Melalui Desa Bakti BCA, masyarakat desa mengambil langkah nyata untuk mengembangkan potensinya secara strategis, di antaranya penguatan ekowisata berbasis budaya dan lingkungan, pelatihan social media marketing, pelatihan sekaligus sertifikasi pemandu ekowisata balawista tirta.

Program ini mendorong peningkatan kualitas hidup melalui akses kesehatan yang lebih baik dan promosi gaya hidup sehat, sekaligus mendukung transformasi digital lewat pembangunan infrastruktur dan teknologi informasi desa.

Genera-Z Berbakti, Terobosan Perubahan untuk Dayun

Selain melalui Desa Bakti, BCA juga menggagas program 'Genera-Z Berbakti', sebuah inovasi terbaru yang dibuka untuk seluruh mahasiswa di Indonesia. Genera-Z Berbakti membuka pendaftaran proposal kegiatan dari mahasiswa di situs resmi bca.id/generazberbakti hingga 2 Mei 2025. Program ini bertujuan menjembatani ide dan inovasi terbaik mahasiswa dengan kebutuhan riil masyarakat desa.

"Genera-Z Berbakti merupakan bagian dari campaign Bakti BCA yang kami jalankan pertama kali. Tahun ini kami mengadakan call for proposal. Jadi kami memanggil anak-anak muda di kampus-kampus seluruh Indonesia join ke program ini. Mereka diberi kesempatan, secara berkelompok dan dari multi-disiplin ilmu, untuk join mengidentifikasi masalah; kemudian turun, live in, dan berkontribusi langsung di empat desa binaan Bakti BCA," jelas Hera F Haryn selaku EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA.

 Baca Juga: RS Awal Bros Group Dukung Kesehatan Peserta Jambore Karhutla Riau 2025

Selaras dengan pemaparan Hera, aktor dan Duta Bakti BCA, Nicholas Saputra, percaya bahwa di era yang serba terkoneksi saat ini, anak muda memiliki peluang besar untuk berkontribusi.

"Apa yang mereka punya, ilmu yang mereka kuasai, pengalaman yang ingin mereka share, bisa membantu banyak hal. Belajar di luar kampus, pergi ke desa-desa dan melihat secara langsung permasalahannya, tentu banyak ilmu yang bisa didapat di sana, sekaligus berbagi ilmu yang sudah didapatkan," ujar Nicholas.

Tahap Penjurian program ini akan dimulai pada akhir Mei 2025, dan finalis dengan proposal terbaik akan diseleksi oleh tiga panelis, yaitu Najwa Shihab, Nicholas Saputra, dan Prof Yohanes Surya. Kelompok terbaik akan mendapatkan pendanaan, bimbingan, dan berhak mengikuti bootcamp sebelum mewujudkan inovasinya bagi Desa Dayun pada Juli 2025.(end)

 

Editor : Edwar Yaman
#Desa Dayun #Wilayah Kaya SDA #Generasi Z Berbakti #BCA Bakti #Segudang Potensi Wisata #Danau Zamrud