BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), melalui skema Bina Integral Riset dan Pengabdian Masyarakat (BIMA) Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menghasilkan sejumlah inovasi teknologi ekowisata, kepada Kelompok Konservasi Mangrove Parit Seghagah, Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui skema hibah PKM–BIMA Batch 3 tahun 2025 diserahkan langsung oleh Direktur Polbeng Johny Custer, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan ini dikoordinir oleh Hendra Saputra, yang juga Ketua Jurusan Teknik Sipil Polbeng, sekaligus bertindak sebagai Ketua Tim Pengabdian, didampingi dua dosen anggota, yakni Nurul Fahmi, dari Program Studi D3 Teknik Informatika dan Roma Dearni, dari Program Studi D4 Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan.
Selain itu, juga melibatkan lima mahasiswa Teknik Sipil yaitu Rahmad Aidil, Akmal Mahmudi, Mutiara Ramadhanis, Adinda Febiana, dan Mohd Riski Romadhan dan Syaifullah.
Serah terima dilakukan secara simbolis oleh Direktur Polbeng di Kawasan Mangrove Parit Seghagah Desa Kelapapati, sebagai bentuk nyata penguatan kapasitas komunitas pesisir melalui inovasi berbasis konservasi.
Dalam kegiatan ini, diserahkan tiga inovasi utama kepada kelompok mitra. Pertama, Spot Pemancingan Wisata yang dibangun di aliran sungai kawasan mangrove yang kaya akan biota laut seperti ikan siakap, sembilang, lokan, siput, dan kepiting bakau.
Fasilitas ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi pemancing dan wisatawan lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam pesisir.
Inovasi kedua adalah Spot Foto Mangrove, yang dibangun di area konservasi dengan karakteristik pohon mangrove berdiameter 20–30 cm, yang kini sudah sangat jarang ditemukan di kawasan lain. Potensi ini menjadi nilai jual tinggi dalam pengembangan wisata edukatif dan fotografi alam.
Sementara inovasi ketiga yaitu Kandang Budidaya Siput, yang dirancang sebagai media edukasi dan pemberdayaan berbasis ekosistem lokal, memperkenalkan teknik budidaya ramah lingkungan dan dapat menjadi sumber penghasilan baru masyarakat.
Ketua Kelompok Konservasi, Rio Sempana menyampaikan, apresiasinya kepada tim pengabdian Polbeng. Inisiatif ini tidak hanya memberikan fasilitas fisik, tetapi juga ilmu, pengalaman, dan semangat baru bagi kami untuk terus berkembang. Terima kasih atas kolaborasi yang sangat berdampak ini.
Rio Fernandes selaku pendiri dan penasehat kelompok juga menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata peran pendidikan tinggi dalam mendorong keberlanjutan lingkungan dan ekonomi lokal.
“Saya sebagai inisiator kelompok ini sangat berterima kasih kepada Pak Hendra dan tim. Kontribusi ini sangat terasa dampaknya terhadap ekonomi masyarakat di sekitar kawasan konservasi,” ungkapnya.
Sedangkan Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Polbeng Hendra Saputra menyatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan dan ekonomi masyarakat pesisir melalui pendekatan integratif berbasis konservasi.
“Kawasan Parit Seghagah memiliki kekayaan ekologis yang luar biasa. Melalui program ini, kami ingin menjadikannya sebagai model kawasan ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.
Hendra menambahkan, program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 13 yakni Penanganan Perubahan Iklim, poin 14 yakni Ekosistem Laut, 15 Ekosistem Darat, dan 8 yakni pertumbuhan Ekonomi.
Selain itu, kegiatan ini juga relevan dengan Asta Cita Presiden RI dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Vokasi.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Johny Custer, menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan para dosen Polbeng dalam meraih hibah pengabdian nasional.
“Untuk mendapatkan pendanaan ini tidaklah mudah. Para dosen harus bersaing dengan perguruan tinggi se-Indonesia. Alhamdulillah, tahun ini Polbeng berhasil mendapatkan 5 hibah dari Kemendiktisaintek, salah satunya adalah dari Pak Hendra dan tim dengan fokus pada pembangunan tiga spot inovasi ekowisata, serta penguatan kelembagaan berupa workshop Pemetaan dengan Drone (Drone Mapping) dan Akuisisi Koordinat berbasis android (avenza map)” ujarnya.
Direktur juga menyampaikan harapannya agar kontribusi dosen Polbeng dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya di kawasan pesisir Desa Kelapapati. Ia juga menilai bahwa kawasan ini memiliki potensi besar, baik dari sisi kekayaan ekosistem sungai maupun hutan mangrove.
“Saya melihat peluang besar ke depan, termasuk pengadaan perahu fiber untuk keperluan monitoring ekosistem dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” harapnya.(inf/ksm)
Editor : Edwar Yaman