Assalamualaikum. Jalan Lintas Selatan khususnya di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengalami rusak. Apakah tahun 2025 ada anggaran perbaikan untuk Jalan Lintas Selatan?
085266056XXX
RENGAT (RIAUPOS.CO) - Kerusakan Jalan Lintas Selatan di tiga desa, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) semakin parah. Kerusakan jalan semakin bertambah parah terjadi sejak beberapa bulan terakhir atau sejak intensitas curah hujan semakin tinggi. Kondisi itu dikeluhkan oleh warga daerah itu serta masyarakat pengguna Jalan Lintas Selatan. Akibatnya, warga yang melintas harus ekstra hati-hati. Seperti disampaikan Salman (43) salah seorang warga Desa Bandar Badang Kecamatan Seberida.
“Benar, kerusakan Jalan Lintas Selatan semakin parah ketika hujan sering terjadi,” sebut Salman, Senin (23/12).
Menurutnya, sebelum musim hujan tiba, jalan aspal yang sudah hancur di sejumlah titik di sepanjang Jalan Lintas Selatan, sudah sempat ditimbun menggunakan tanah kuning. Sehingga sejumlah lubang yang telah ditimbun menjadi rata. Hanya saja, pada musim kemarau lalu, warga mengeluhkan debu jalan.
Ketika musim hujan tiba, tanah timbun tersebut mulai hilang ketika terus dilewati mobil bertonase berat. Bahkan, aspal yang pecah dan berlubang, kembali muncul seperti semula. “Karena tanah kuning biasa, tidak bisa bertahan lama ketika hujan datang dan dilewati mobil bertonase berat,” ungkapnya.
Sejak musim hujan tiba, perbaikan atas kerusakan yang terdapat mulai dari Simpang Jalan Lintas Timur- Jalan Lintas Selatan atau di simpang SMP Desa Seresam Kecamatan Seberida, tidak ada lagi diperbaiki. Sementara Jalan Lintas Selatan dalam wilayah Desa Seresam terdapat sejumlah titik rusak dan berlubang.
Kerusakan terparah atas aspal Jalan Lintas Selatan yang hancur, terjadi terjadi di Desa Bandar Padang hingga ke Desa Beligan, Kecamatan Seberida. Sejumlah titik aspal rusak, akibat dimakan usia dan jarang perawatan.
Warga lebih mengeluh ketika melintas saat hujan turun atau pascahujan. Karena, lubang-lubang yang ada, tidak terlihat atau tertutup air hujan. Akibatnya warga sering masuk lubang ketika mengendarai kendaraan. Untuk itu harapnya, kondisi jalan rusak tersebut hendaknya segera diperbaiki atau ditimbun ulang.
“Baiknya ditimbun lagi oleh pemerintah tetapi tidak lagi memakai tanah kuning tetapi tanah campur batu,” harapnya.
Karena apabila terus dibiarkan, kerusakan yang ada akan semakin parah. Bahkan kalau diperbaiki menggunakan anggaran tahun 2025 tentunya cukup lama menunggu. “Saya juga tidak mengerti, apakah di tahun 2025 ada anggarannya,” beber Salman.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Inhu, Arif Sudaryanto ST MT melalui Kabid Bina Marga, Suheri ST mengatakan bahwa Jalan Lintas Selatan berstatus jalan provinsi. “Jalan Lintas Selatan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Riau,” ujarnya.
Kerusakan yang ada sambungnya, sudah dilaporkan secara berkala kepada Pemerintah Provinsi Riau. “Apakah ada anggaran untuk peningkatan Jalan Lintas Selatan pada tahun 2025, itu kebijakan Pemerintah Provinsi Riau,” terangnya.(kas)
Editor : Rindra Yasin