NEW YORK (RIAUPOS.CO) - Sejauh ini, astronot menjadi salah satu pekerjaan dengan risiko paling tinggi dan paling berbahaya di dunia. Bahayanya juga tidak berhenti saat proses terbang saja, tapi juga saat melakukan eksplorasi ruang angkasa dengan jarak ribuan kilometer dari Bumi.
Untuk mengurangi hal tersebut, National Aeronautics and Space Administration (NASA) dilaporkan kembali mengembangkan robot humanoid yang digunakan untuk menggantikan tugas berat astronot. Badan antariksa Amerika Serikat (AD) ini secara aktif mengembangkan robot humanoid yang berpotensi menyelesaikan beberapa tugas paling menantang di luar angkasa, sehingga meringankan astronot dari aspek misi luar angkasa yang lebih berat atau berbahaya.
Dilansir dari Reuters via BNN Breaking, robot humanoid yang sedang dikembangkan NASA bernama Valkyrie. Robot tersebut dirancang untuk beroperasi di lingkungan rekayasa manusia yang terdegradasi atau rusak, bahkan mungkin di luar angkasa.
Dengan perangkat lunak yang tepat, entitas robotik ini pada akhirnya dapat berfungsi serupa dengan manusia, dengan menggunakan alat dan perlengkapan yang sama. Konsep android yang menantang kenyataan keras di luar angkasa tidak hanya menandai kemajuan teknologi yang signifikan tetapi juga meningkatkan kemampuan dan keselamatan manusia dalam upaya di luar bumi.
Dalam upaya untuk meningkatkan keahliannya di bidang ini, NASA bermitra dengan perusahaan robotika seperti Apptronik. Perusahaan tersebut juga sedang mengembangkan Apollo, robot humanoid dengan keunggulan daya tahan yang jelas dibandingkan manusia.
Rencananya, mereka mulai menyediakan robot humanoid kepada perusahaan pada tahun 2025. Menurut Ketua Tim Dexterous Robotics NASA Shaun Azimi, robot seperti Apollo dirancang dengan mempertimbangkan modularitas, membuatnya dapat beradaptasi dengan berbagai aplikasi, termasuk misi luar angkasa.
Perusahaan robotika tersebut tidak hanya fokus pada eksplorasi ruang angkasa tetapi juga aplikasi terestrial. Agility Robotics, bersama tujuh perusahaan lainnya, sedang mengembangkan robot humanoid untuk penggunaan komersial.
Mereka berencana untuk menerapkannya pada tahun 2024, yang bertujuan untuk mengalihkan tenaga kerja manusia ke peran yang lebih bersifat pengawasan sambil menggunakan robot untuk tugas-tugas yang berulang dan menuntut fisik. Amazon, misalnya, telah mulai menguji robot yang berpusat pada manusia dari Agility Robotics, Digit, di lokasi penelitian dan pengembangannya di dekat Seattle.
Saat NASA mempersiapkan beberapa misi luar angkasa pada tahun 2024, termasuk peluncuran Europa Clipper, misi Artemis II, misi robot VIPER, misi SIMPLEx, dan misi Eksplorasi Bulan Mars, peran robot humanoid seperti Valkyrie dan Apollo dapat menjadi sangat penting. Robot-robot ini diharapkan dapat membantu astronot dalam melakukan tugas selama misi luar angkasa dan berkontribusi pada proyek eksplorasi di bulan dan Mars.
Editor : RP Edwar Yaman